Rabu Pekan Biasa XVII, 29 Juli 2020

1Yoh 4: 7-16 + Mzm 34 + Yoh 11: 19-27

 

 

Lectio

Pada waktu itu banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya." Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit." Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman." Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."

 

Meditatio

Kita percaya akan rumusan iman. Itulah yang dihayati juga oleh Marta, yang dengan sadar mengatakan: 'aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman', ketika Yesus menegaskan bahwa saudaranya akan bangkit. Kebangkitan terjadi kelak di akhir jaman. Itu rumusan iman. Ayub pun sadar sungguh akan hal itu.

'Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya', penegasan Yesus. Kebangkitan bukan soal waktu. Kebangkitan adalah soal kepercayaan. Hanya orang yang percaya kepada Tuhan Allah, khususnya kepada Yesus Kristus, akan beroleh kebangkitan dan hidup. 'Percayakah engkau akan hal ini?'. Pertanyaan Yesus benar-benar mengingatkan Marta, dan juga kita semua, agar tidak menjadikan rumusan iman sekedar pengetahuan, tetapi sungguh-sungguh sebuah iman kepercayaan yang bisa dipertanggunjawaabkan, dan sungguh-sungguh merindukannya. Bagaimana seseorang akan menikmati kebangkitan kelak di akhir jaman, bila memang sebatas hanya pengetahuan iman? Bukankah pengetahuan sebatas mendorong dan meneguhkan setiap orang agar semakin percaya kepadaNya. Kebangkita bukan soal pengetahuan.

'Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia'. Kata-kata Marta ini hendaknya menjadi kata-kata iman kepercayaan kita. Apakah dalam hal ini Marta lebih hebat dibanding Maria, saudarinya?

 

Oratio

Yesus Kristus, teguhkanlah iman kami, agar kami semakin hari semakin percaya kepadaMu, bukan hanya dengan kata-kata, tapi benar-benar dalam perilaku hidup kami. Semoga harapan hidup kami pun semakin tumbuh dan berkembang.

Santa Marta, doakanlah kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya'. Kebangkitan adalah soal kepercayaan, bukan waktu.

Kedua, 'percayakah engkau akan hal ini?'. Harus selalu kita jawab.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017