Sabtu Pekan Biasa XIII, 4 Juli 2020

Am 9: 11-15 + Mzm 85 + Mat 9: 14-17

 

 

Lectio

Suatu hari datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?" Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya. Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya'.

 

Meditatio

Apakah kita harus berpuasa? Ya Harus! Karena memang kita tidak selalu bersama Yesus. 'Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa', tegas Yesus. Kalau Yesus sang Pengantin laki-laki, kita memang tidak perlu berpuasa selama bersamaNya. Persoalannya sekarang, bukannya mempelai yang diambil dari kita, sebagaimana dikatakan Yesus, melainkan kita sahabat-sahabat mempelai yang meninggalkan mempelai

Karena kita yang meninggalkan dan tidak mau tahu terhadap Tuhan Yesus, maka puasa adalah sebuah usaha untuk kembali mengakrabkan diri kita bersamaNya. Karena sering meninggalkan Dia, bahkan mengabaikanNya, kita tak ubahnya baju tua yang sudah susut, yang memang perlu ditempel. Karena terpakau dengan keindahan dan kenikmatan dunia, kita harus menjadi hidup baru sebagai kantong baru untuk anggur baru. Yesus tidak ingin puasa hanya sekedar acara rutin, tetapi benar-benar pembaharuan diri yang dipersembakan bagi diriNya, yang adalah sang Mempelai laki-laki.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkaulah sang Mempelai, dan kami hanyalah sahabat-sahabatMu. Terima kasih karena Engkau mempercayai kami sebagai sahabat-sahabatMu. Semoga kami mau selalu ada bersama Engkau, dan mau ikut ke mana Engkau pergi, dan bukannya berlarian ke mana-mana. Amin.

 

Contemplatio

'Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa'.  Ada bersama Yesus, kita bebas menikmati hidup.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017