Sabtu Pekan Biasa XIV, 11 Juli 2020

Yes 6: 1-8 + Mzm 93 + Mat 10: 24-33

 

 

Lectio

Dalam panggilanNya kepada para murid, Yesus menyatakan: 'seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya. Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya. Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah. Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga."

 

Meditatio

Menyangkal Yesus itu berarti tidak mengakui diri sebagai muridNya; dan itu dinyatakan di depan sesama. Persis sama dengan yang dilakukan Petrus di saat penangkapn Yesus. Dia menyangkal, karena takut menanggung resiko. 'Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga'. Apakah Yesus mau membalas dendam terhadap para muridNya? Sudah pamrihkah Yesus?

Ketidakmauan mengakui diri sebagai muridNya tak ubahnya penolakan terhadap sabda dan kehendakNya. Bukankah sabda dan kehendak Yesus adalah sabda dan kehendak Bapa sendiri? Inilah saudara dan saudariKu, yakni mereka yang melakukan sabda dan kehendak Bapa di surge. Sabda dan kehendak Bapa yang menyelamatkan seseorang, dan bukannya segala kebaikan yang dapat dilakukannya. Bukankah Dia hanya melakukan segala yang dikehendaki Bapa yang mengutusNya?

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau mengajak kami melakukan segala kehendakMu, sebab hanya kehendakMulah yang menyelamatkan kami. Semoga kami tak gentar-gentarnya melakukan kehendakMu, walau mungkin harus bertentangan dengan arus pemikiran banyak orang. 

Santo Benediktus, doakanlah kami. Amin.

 

Contemplatio

'Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga'. Yesus meminta kita menjadi pemberani.

 

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Hari Raya Maria mendapat Kabar Sukacita