Sabtu Pekan Biasa XVII, 1 Agustus 2020

Yer 26: 11-16 + Mzm 69 + Mat 14: 1-12

 

 

Lectio

Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah. Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: "Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya." Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya. Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: "Tidak halal engkau mengambil Herodias!" Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi. Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyukakan hati Herodes, sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya. Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: "Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam." Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya. Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara dan kepala Yohanes itu pun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya. Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus.

 

Meditatio

'Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam'. Suara inilah yang bergema dipikiran anak remaja. Suara itu adalah suara ibu, yang telah banyak berjasa padanya. Suara itu jahat, tetapi mengingat begitu keras dan menggema dalam pikirannya, apalagi sang ibu sendiri yang berkata-kata. Bolehkah anak remaja ini menentukan pilihan? Pilihan mana yang seharusnya diambil?

'Orang ini tidak patut mendapat hukuman mati, sebab ia telah berbicara kepada kita demi nama TUHAN, Allah kita' (Yer 26). Suara keras inilah yang didengar oleh orang-orang Israel, dan membuat mereka tidak jadi membunuh Yeremia. Itu suara baik.

 Semua suara berasal dari luar, dan tidak membuat najis. Pikiran jahat untuk membunuh Yohanes Pembaptis itulah yang menajiskan. Keputusan pribadi seseorang mampu membuat dirinya memilih yang terbaik atau jahat. Kiranya seperti dikatakan Yesus sendiri:  mana yang kita lakukan membinasakan atau menyelamatkan?

Kematian pun bukanlah hal yang menakutkan bagi setiap orang yang beriman. Bukankah mati atau hidup kita milik Tuhan? Kematian sungguh semakin berharga memang, kalau kita persembahkan untuk Tuhan Yesus, sebagaimana dikatakan santo Alfonsus Ligori.

 

Oratio

Yesus Kristus, mengikuti Engkau memang menantang setiap orang untuk berani menanggung resiko. Namun semuanya itu tidak menakutkan, bila kami sungguh-sungguh mengandalkan Engkau. Semoga Engkau menguatkan jiwa raga kami dalam mengikuti Engkau.

Santo Alfonsus Ligouri, doakanlah kami. Amin.

 

Contemplatio

'Orang ini tidak patut mendapat hukuman mati, sebab ia telah berbicara kepada kita demi nama TUHAN, Allah kita'.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017