Selasa Pekan Biasa XIV, 7 Juli 2020

Hos 8: 4-17 + Mzm 115 + Mat 9: 32-38

 

 

Lectio

Suatu hari dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: "Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel." Tetapi orang Farisi berkata: "Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan."

Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."

 

Meditatio

Bahasa menunjuk bangsa. Itulah ungkapan yang menyatakan minimal seseorang dikenal dari omongannya. Peristiwa sama akhirnya bisa mendapatkan komentar yang berbeda. Yesus menyembuhkan seorang bisu karena kerasukan setan; ada yang mengomentari:  yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel, lain lagi ada yang berkata dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan. Komentar berbeda karena isi pikiran manusia satu berbeda dengan lainnya. Kemampuan diri amat mempengaruhi seseorang. Perbedaan semacam itu semakin tajam dalam dunia sosio-politik.

Kasih Tuhan dan kemauanNya tidak dibatasi atau terbatas tanggapan umatNya. Apapun komentar umatNya selalu diperhatikan. Namun Allah tetap pada program keselamatan yang dijanjikanNya. Yesus pun tetap berkarya sebagaimana dikehendaki Bapa yang mengutusNya. Yesus tidak ingin menjadikan orang-orang yang dikasihiNya sebagai obyek pelayanan, atau sebagai penerima rejeki melulu. Yesus mengajak mereka semua sebagai orang-orang yang ikut betanggungjawab akan kehidupan bersama. Yesus mengajak semua orang untuk berani berbagi. 'Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu', ajak Yesus kepada mereka. Mereka diajak untuk memikirkan hidup bersama. Yesus sepertinya tidak membuat orang menjadi pengemis, melainkan pemberi bagi sesamanya.

 

Oratio

Yesus Kristus, kami ini sering memandang dan meremehkan orang. Kami  juga memanggil dan menyebut orang sesuai dengan kemauan diri kami. Semoga InjilMu hari ini membuat kami untuk berani memandang positif orang-orang yang di sekeitar kami, karena Engkau ada di tengah-tengah kami. Amin.

 

Contemplatio

'Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu'. Kita harus mandiri bersama Tuhan Bapa di surge.

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017