Selasa Pekan Biasa XVII, 28 Juli 2020

Yer 17: 17-22 + Mzm 79 + Mat 13: 36-43

 

 

Lectio

Pada waktu itu Yesus meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Lalu datanglah murid-murid-Nya dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu." Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat. Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"

 

Meditatio

'Seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya', tegas Yesus kepada orang-orang, yang mendengarkan pengajaranNya. PenegasanNya ini mengingatkan kita semua, bahwa akan ada pemisahan sungguh antara orang yang baik dan yang jahat. Orang-orang jahat 'akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi'. Mereka tidak hanya dipisahkan, tetapi dibuatNya tidak nyaman. Sebaliknya, 'orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka'. Tuhan Allah bukanlah menghukum mereka, tetapi semata-mata karena pilihan mereka akan sabda yang telah disampaikanNya; bukan saja melalui para nabi, melainkan Dia sendiri datang guna menyampaikannya.

Memang selama ini mereka dibiarkan bersama-sama dalam kehidupan sekarang ini, tetapi pada akhirnya akan dipisangkan satu sama lain. Mereka harus dipisahkan, walau Tuhan Allah sudah menganggap dunia ini sebagai KerajaanNya, tempat kehadiranNya. Selain, bagaikan berkas gandum dan ilalang, mereka semua juga bagaikan kawanan domba dan kambing.   

'Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!', pinta Yesus kepada kita semua.

 

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau terpaksa memisahkan kami kelak di akhir jaman, karena letidfak setiaan kami. Kami mohn, semoga rahmatMu tetap menyertai kami, denikian juga kasih pertobatan, sehingga pada akhirnya di tengah jalan ini kami akan berani berbalik kepadaMu dan melaksanakan kehendakMu. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya'. Yesus tetap pada keputusanNya.

Kedua, 'siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!'. Hendaknya kita menjadi pendengar setia sabdaNya.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017