Senin Biasa XV, 13 Juli 2020

Yes 1: 11-17 + Mzm 50 + Mat 10: 34-40

 

 

Lectio

Pada hari itu bersabdalah Yesus kepada para muridNya: 'jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar. Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."

 

Meditatio

Pada hari itu bersabdalah Yesus kepada para muridNya: 'jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang'. Yesus tidak membawa damai datang ke dunia. Bagaimana dengan lagu para malaikat yang dikumandangkan menyambut kelahiranNya? Bukankah Dia Juruselamat? Kelahiran seorang bayi memang harus membawa sukacita. Rasa sakit pun terlupakan sang ibu, setelah sang buah hati lahir di tengah-tengah keluarga.

Yesus membawa pedang, karena memang Dia hendak membongkar rumusan insani selama ini. Minimal ada tiga hal yang dinyatakan Yesus. Pertama, 'barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya, anaknya laki-laki atau perempuan, lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku'. Cinta kepada Yesus harus menjadi perhatian pertama dan utama. Hanya dalam Dia ada keselamatan.

Kedua, 'barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku'. Orang harus berani berjuang, dan bahkan bersengsara. Sepertinya Yesus tidak akan memanjakan seseorang pun. Apalah artinya bagi seseorang mempunyai seluruh dunia, tetapi kehilangan nyawanya? Ketiga, orang harus berani menarima sesame apa adanya, siapapun dia, bahkan harus rela 'memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini'. Apalah untung memberi sesuatu kepada orang kecil? Perhatian kepada Tuhan ditampakkan dalam perhatian kepada sesame. Yesus tidak mau disuap oleh umatNya. Aku tidak tahan dengan perayaan-perayaanmu yang penuh kejahatan (Yes 1), kata Yesus sebagaimana dinubuatkanNya melalui Yesaya.

 

Oratio

Yesus Kristus, kami bersyukur kepadaMu, Engkau telah memilih kami. Semoga kami semakin menghayati tugas perutusanMu yang membawa pedang bagi kami. Engkau mau memurnikan diri kami dari segala kelekatan isani, sehingga kami menikmati yang ilahi daripadaMu.  Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya, anaknya laki-laki atau perempuan, lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku'. Cinta kepada Yesus harus menjadi perhatian pertama dan utama.

Kedua, 'barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku'. Orang harus berani berjuang, dan bahkan bersengsara.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Hari Raya Maria mendapat Kabar Sukacita