Senin Pekan Biasa XIV, 6 Juli 2020

Hos 2: 13-19 + Mzm 145 + Mat 9: 18-26

 

 

Lectio

Suatu hari datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: "Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup." Lalu Yesus pun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.

Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.

Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut, berkatalah Ia: "Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur." Tetapi mereka menertawakan Dia. Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu. Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

 

Meditatio

Dua orang perempuan mendapatkan perhatian dari Yesus. Dua-duanya adalah orang yang lemah dan tak berdaya. Yang satu masih kanak-kanak, yang seharusnya mengalmai masa kana-kananya dengan penuh sukacita, tetapi harus segera mengakhiri idupnya ole kematian. Yang satu lagi, seorang perempuan yang sday bersusia, tetapi mengaami sakit pendarahan selama 12 tahu. Bisa-bisa selama usia anak kecil itulah perempuan dewasa ini ini sakit. Adakah makna 12 dalam kedua peristiwa yang serentak terjadi?

Yesus memagang tangan anak yang sudah tidak berdaya. Perempuan dewasa yang tak berdaya mengulurkan tangannya kepada Yesus. Tangan menyambung kehidupan seseorang kepada Yesus. Tangan perempuan itu berkata-kata:  asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh. Tangan anak perempuan tak mampu berkata-kata, tetapi membiarkandiri dipeganag Yesus. Sentuhan dengan Yesus memberi kehidupan kepada kedua anak manusia. Kasih Tuhan Allah menjadi umatNya sebagai sang istriNya. Sebuah gambaran Hosea tentang belaskasih Tuhan kepada umatNya (Hos 2).

 

Oratio

Yesus kristus, Engkau menyapa kami dengan tanganMU yang lembut dan meneyalamtakan. Enbgkau un ingin agar kami berani menggapai Engkau dengan tangan kami. Sucikanalha tangankami, agar kami mampu berdoa dan menyalurkan berkatMU bagi sesame kami. Amin.

 

Contemplatio

Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh. Iman memerlukan Tindakan diri.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Hari Raya Maria mendapat Kabar Sukacita