Senin Pekan Biasa XVI, 20 Juli 2020

Mi 6: 1-8 + Mzm 50 + Mat 12: 38-42

 

 

Lectio

Suatu hari berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu." Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam. Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus! Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!"

 

Meditatio

Segala sesuatu terbukti kebenarannya kalau ada bukti nyata. Pengadilan tidak bisa menjatuhkan hukuman kepada terdakwa, bila memang tidak ada bukti cukup.

'Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu', kata orang-orang Farisi dan ahli Taurat. Dalam Hati kecil mereka tertanam keinginan untuk percaya kepadaNya, tetap akal budi mereka lebih bermain. Apalagi profil Yesus sendiri: yang tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, membuat orang bertahan pada konsep diri masing-masing.

 'Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus', tegas Yesus. Mungkin secara nalar amat dimaklumi mereka meminta tanda, mengingat profil Yesus yang tidak sesuai dengan konsep mereka. Namun permintaan tanda atau bukti menyatakan diri sebagai orang-orang yang tidak setia, bahkan sebagai angkatan yang jahat, sebagaimana dikatakan Yesus sendiri. Iman kepercayaan didukung oleh akal budi, tetapi tidaklah berarti mengandalkan kemampuannya.

 

Oratio

Yesus Kristus, kami seringkali mengandalkan kemampuan akal budi dalam hidup ini, bahkan tak jarang iman kami tergantikan olehnya. Ampunilah dosa kami, yang selalu mencari menangnya sendiri.

Nabi Elia, doakanlah kami selalu. Amin.

 

Contemplatio

'Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus'. Kita harus menjadi orang-orang setia.

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Hari Raya Maria mendapat Kabar Sukacita