Minggu Pekan Biasa XVII, 2 Agustus2020

Yes 55: 1-3 + Rm 8: 35-39 + Mat 14: 13-21

 

 

Lectio

Setelah Yesus mendengar berita kematian Yohanes menyingkirlah Yesus, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa." Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan." Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan." Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku." Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh. Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.

 

Meditatio

'Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan', sahut Yesus kepada para muridNya, yang bermaksud baik, agar semua orang pulang disuruhNya pulang, karena hari sudah mulai malam dan tempatnya pun sunyi. Hanya Yesuslah yang berhak menyuruh mereka pulang, karena memang mereka datang untuk mendengarkan Dia.

Memberi makan orang sebanyak ini? Ada kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak, bagaimana bisa kami melakukan. 'Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan', sambung para murid. Mereka sadar akan keberadaan diri, tetapi mereka tidak beriman kepada sang Mesias.

'Bawalah ke mari kepada-Ku'. Yesus siap membantu.

Karena mereka membawanya kepada Yesus, maka mereka mampu membagi-bagikan roti dan ikan itu kepada orang banyak. Mereka semuanya, yang lebih dari lima ribu orang itu, makan sampai kenyang, bahkan ada potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh. Mukjisat yang mengatasi akal budi. Semuanya bisa terjadi, karena para murid membawa bekal kepada Yesus. Membawa kepada Yesus menjadikan milik kita begitu bermakna dan banyak berguna bagi orang lain.

 Sebenarnya bukan membawa sesuatu kepada Yesus yang penting, melainkan berani datang kepadaNya yang menjadi sasaran pewartaan Kristus. Datanglah kepadaKu ini ajakan Yesus sendiri.

'Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran! Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup!' (Yes 55). Ajakan ini sejak semula telah dikumandangkan Tuhan Allah sendiri kepada setiap orang.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau mengajak kami untuk berani berbagi kepada sesame. Semoga kami berani memohon bantuan daripadaMu, agar semua karya pelayanan dan pekerjaan kami dapat berguna bagi sesame, malah kami menjadi saluran berkat bagi sesame.  Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan'. Yesus yakin para murid bisa melakukan.

Kedua, 'bawalah ke mari kepada-Ku'. Yesus siap membantu.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017