Rabu Pekan Biasa XVIII, 5 Agustus2020

Yer 31: 1-7 + Mzm + Mat 15: 21-28

 

 

Lectio

Pada waktu itu pergilah Yesus ke daerah Tirus dan Sidon. Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."  Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."  Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku." Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya." Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

 

Meditatio

'Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa', seru para murid kepada Yesus. Hari ini mereka juga berseru: 'suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak'. Yang pertama tentunya ada maksud baik para murid, mengingat situasi wilayah yang sepi dan jauh dari keramaian, walau dapat diartikan mereka tidak mengenal sungguh Yesus, sang Guru. Sedangkan yang kedua, sepertinya mereka para murid tidak mau terganggu dengan teriakan sang perempuan Kanaan itu.

Apakah kita juga mudah merasa tidak nyaman dengan kehadiran sesame di sekitar kita, terlebih yang menderita?

'Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!' (Mrk 9: 23). Kata-kata penuh iman inilah yang sepertinya menjiwai perempuan Kanaan ini. Sebab walaupun dimentahkan, bahkan seperti dihinakan, oleh Yesus: 'tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing', dia tidak gentar. Malah dengan kepercayaan yang penuh pengharapan akan sesuatu yang baik, dia menyahut: 'benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya'.

'Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki', kata Yesus kepadanya. Dan seketika itu juga anaknya sembuh. Iman menjadikan segala-galanya mungkin.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau bangga dengan iman perempuan Kanaan itu. Engkau juga mengharapakan kami mempunyai iman seperti itu, karena memang kasihMu menyelimuti kami. Semoga kami semakin tumbuh dalam iman dan merasakan pendampinganMu. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing'. Seringkali kita pun ditantang oleh Yesus.

Kedua, 'hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki'. Kapan kata-kata itu disampaikan kepada kita?







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017