Rabu Pekan XXI, 26 Agustus 2020

2Tes 3: 6-10 + Mzm 128 + Mat 23: 27-32

 

 

Lectio

Suatu hari berserulah Yesus: 'celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran. Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh dan berkata: Jika kami hidup di zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu. Tetapi dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu. Jadi, penuhilah juga takaran nenek moyangmu!'.

 

Meditatio

Kemunafikan itu, bukan saja berpura-pura, tetapi juga tindakan menipu sesame. 'Di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan'. Itulah kecaman keras Yesus kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Sikap dan tindakan mereka bagaikan kuburan yang dilabur putih tetapi isinya penuh dengan tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran. Semuanya dilakukan hanya untuk menutupi diri, dan tidak jujur mengakui adanya kekurangan diri. Inilah kemunafikan, mencari kenyamanan diri sembari mencelakan orang lain.

Membangun tugu atau pun memperindah makam seseorang yang kita hormati adalah hal yang dibanggakan. Namun, Yesus mengingatkan: 'dengan membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh berarti kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu', karena yang membunuh pada nabi adalah nenek moyang mereka, yakni bangsa Israel, umat pilihan Allah. Adakah salah tindakan yang kita lakukan? Sungguh sebuah kesalahan besar, bila memang sebelumnya tindakan dan perilaku keadilan, belaskasih dan kesetiaan tidak mengawalinya. Apa artinya kebajikan-kebajikan ini tidak dilakukan, tetapi membangun tugu dan makam indah, yang hanya dinikmati secara kasat mata? Lantunan ucapan syukur dan terima kasih para orangtua kita, karena selama usia senja menikmati perhatian dan kasih kita, putra-putrinya kaum muda. Lantunan ucapan syukur dan terima kasih mereka melambung tinggi, karena mereka merasa telah menabur dengan bercucuran air mata, kini menuai dengan sorak sorai (Mzm 126).

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau selalu memberikan yang baik kepada kami umatMu. Semoga kami menikmatinya dengan penuh syukur, dan mampu membekali diri kami untuk selalu berbagi dengan orang-orang yang ada di sekitar kami. Amin.

 

Lectio

Pertama, 'di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan'. Seringkah terjadi dalam hidup kita?

Kedua, 'dengan membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh berarti kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu'. Jangan terjadi di antara kita.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017