Sabtu Pekan Biasa XVII, I8 Agustus2020

Hab 1: 12-18 + Mzm 9 + Mat 17: 14-20

 

 

Lectio

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya." Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!" Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itu pun sembuh seketika itu juga.

Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?" Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: pindah dari tempat ini ke sana, -- maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu".

 

Meditatio

'Karena kamu kurang percaya', sahut Yesus menanggapi protes para murid yang tidak mampu mengusir setan, yang menghinggapi seorang anak. 'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu'. Betapa hebatnya iman kepercayaan itu. Iman adalah kekuatan yang luar biasa dalam menanggapi aneka problema kehidupan. Mengapa? Karena beriman itu berarti mengandalkan dan melibatkan Tuhan Allah sendiri dalam kehidupan.

Beriman bukanlah meremehkan akal budi, atau malah menggampangkan aneka persoalan kehidupan. Kalau lapar, janganlah kita hanya berdoa dengan mengulang-ulang berilah kami hari ini makanan secukupnya. Kita harus bekerja, kita harus memasak, kita harus berusaha mendapatkan bahan makanan. Akal budi harus memikirkan bagaimana untuk mendapatkannya. Perempuan Siro-Fenesia telah berusaha dan berusaha untuk mendapatkan kesembuhan, dan pada akhirnya berjumpalah dengan Yesus Kristus dan beseru asal kujamah jubahNya, aku pasti sembuh.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau selalu mendampingi kami dalam setiap langkah hidup ini; hanya saja kami sering tidak mengabaikannnya. Semoga kami semakin berani menikmati penyertaanMu yang membahagiakan itu.

Santo Dominikus, doakanlah kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'kamu kurang percaya'. Teguran yang mengingatkan kita semua.

Kedua, 'sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu'. Iman mengubah dunia.

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017