Sabtu Pekan Biasa XX, 22 Agustus 2020

Yeh 43: 1-7 + Mzm 85 + Mat 23: 1-12

 

 

Lectio

Suatu hari berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan".

 

Meditatio

Salah satu kemunafikan kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat yang diputar balik orang jaman ini adalah perihal duduk di tempat terdepan di rumah ibadat. Banyak orang malahan tidak mau duduk di bangku-bangku bagian depan dengan alasan tidak mau bersikap seperti kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat. Namun mereka tetap dikecam oleh Yesus, karena memang mereka tidak sepenuh hati untuk berdoa dan memuji Tuhan dalam gerejaNya yag kudus. Bukan kerendahanhati yang mereka tunjukkan dengan mencari duduk di bangku bagian belakang, sebaliknya kemalasan dan kesombongan diri yang mereka suarakan tanpa kata-kata. Mereka bukannya duduk manis dalam gereja, malahan nongkrong, dan menyempatkan diri bermain gadget di dalam gereja. Inilah kemunafikan kaum Farisi yang diputar-balik oleh orang-orang jaman ini. Apakah dosa kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat mendapatkan pengampunan karena pemutarbalikan ini?

Ada banyak orang pun enggan disebut rabi, bapa ataupun pemimpin, karena memang harus disertai dengan komitmen tinggi, tetapi tak dapat disangkal banyak orang beseru lihat aku, keren kan saya, tetapi tanpa menggunakan kata-kata; caranya dengan foto selfi. Kebanggaan diri tidaklah boleh diabaikan, sebagai tanda percaya diri, tetapi tentunya mampu menempatkan diri di mana seseorang berada. Apakah dosa kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat semakin diperberat, karena memberi contoh yang kurang baik bagi banyak orang?

Pada hari Sabtu ini kita Gereja diajak menghormati Maria Ratu. Dia tidak mencari kedudukan, tetapi Maria sada sungguh bahwa Allah memperhatikan kerendahan hambaNya. Maria meminta kita untuk bersikap sebagai hamba Tuhan yang siap sedia melakukan kehendakNya.

 

Oratio

Yesus Kristus, kami mohon pengampunan daripadaMu, karena kami sering berpura-pura dalam hidup. Kami benar-benar munafik. Ampunilah dosa kami, dan ajarilah kami untuk selalu berkata-kata dan bertindak benar. 

Santa Maria, Raru surge, doakanlah kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'hanya satu rabimu dan kamu semua adalah saudara'. Hendaknya kita saling mengasihi.

Kedua, 'barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu'. Hidup adalah sebuah pengabdian.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Hari Raya Maria mendapat Kabar Sukacita