Selasa Pekan Biasa XIX, 11 Agustus 2020

Yeh 2:  8-10 + Mzm 119 + Mat 18: 1-5.10-14

 

 

Lectio

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga. Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang."

 

Meditatio

Ada dua hal dalam perikop ini; tentang siapa terbesar dalam Kerajaan Surga dan tentang anak kecil.

'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga'. Pertobatan adalah prasyarat setiap orang agar masuk dalam Kerajaan Surga, dan tentunya disertai dengan keberundukan diri di hadapan Tuhan, sebagaimana anak kecil yang taat dan setia terhadap orangtuanya. Bagaimana seseorang dapat masuk surge, bila tidak mentaati Dia sang Empunya Kerajaan Surga? Dan 'barangsiapa merendahkan diri, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga'. Pertobatan dibarengi dengan kerendahan hati yang mau memperhatikan dan melayani sesame. Sebab bagaimana mungkin kepada yang tampak dan ada di sekitar kita saja, tidak mau memperhatikan, dapat menghormati Dia yang tidak kelihatan?

Perhatian terhadap orang-orang yang ada di sekitar kita amatlah perlu dan tak dapat diabaikan, termasuk anak kecil yang sering kali kita nomerduakan. 'Jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil', sebab 'menyambut seorang anak kecil dalam nama-Ku, ia menyambut Aku'. Seorang anak kecil terlahir sesuai dengan gambarNya, dia adalah milikNya, umatNya yang kudus, anak Allah. 'Bapa di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang'. Allah akan mencari dan mencari, bagaikan gembala yang terus mencari anak domba yang tersesat, sampai ditemukannya.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau mengajak kami untuk semakin berani menjadi sesame bagi orang-orang yang ada di sekitar kami, terlebih terhadap anak-anak kecil yang sering kurang mendapatkan perhatian. Semoga kami setia mendampingi mereka, yang adalah tanda kehadiranMu sendiri.

Santa Klara, doakanlah kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'barangsiapa merendahkan diri, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga'. Pertobatan dibarengi dengan kerendahan hati yang mau memperhatikan dan melayani sesame.

Kedua, 'jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil', sebab 'menyambut seorang anak kecil dalam nama-Ku, ia menyambut Aku'. Seorang anak kecil terlahir sesuai dengan gambarNya.

 






Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)