SelasaPekan BIasa XX, 18 Agustus 2018

Yeh 28: 1-10 + Mzm + Mat 19: 23-30


Lectio

Suatu hari Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin." Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

 
Meditatio

'Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin', tegas Yesus kepada para muridNya, yang merasa gelisah dan tidak mengerti, bahwasnnya 'lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah'. Bukankah kita pun dapat memindahkan gunung ke dalam lautan, kalau memang kita mempunyai iman sebesar biji sesawi?  Kegelisahan memang akan terjadi pada diri orang-orang kaya yang tidak pernah mempertanggunjawabkan segala anugerah Tuhan kepadaNya. Sebaliknya orang yang selalu berkata: Tuhan yang memberi, Tuhan yang memanggil, terpujilah Tuhan, tetap tenang dan bahkan tersenyum saja dengan penegasan Yesus tadi. Dia tidak takut menjadi kaya. Bukankah kalau pun mati, kita tidak akan membawa harta benda?

Tak dapat disangkal memang, Tuhan akan membalas setiap orang yang berbuat baik. Dia pun malahan menurunkan hujan bagi orang baik dan jahat. Dia bahkan membalas orang yang meninggalkan segala sesuatunya dengan 'seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal'. ada jaminan Allah sendiri, bahwasannya kita akan mendapatkan imbalan sukacita, walau kita tidak dapat mematoknya. Sebab 'banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu'. Kita tidak bisa membeli belaskasih Tuhan dengan segala amal dan jasa kebaikan kita.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau mengingatkan kami semua, agar tidak tenggelam dalam harta benda yang kami miliki. Engkau akan memberikannya selalu, agar kami selalu bersyukur kepadaMu dan membuat hidup kami terasa ringan dan menyenangkan. Ajarilah kami menikmati segala pemberianMu itu dengan penuh syukur. Amin.


Contemplatio

Pertama, 'lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah'. Bukankah kita pun dapat memindahkan gunung ke dalam lautan, kalau memang iman sekecil apapun?

Kedua,  'banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu'. Kita tidak bisa membeli belaskasih Tuhan dengan segala amal dan jasa kebaikan kita.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Hari Raya Maria mendapat Kabar Sukacita