Peringatan Maria Berdukacita, 15 September 2020

Ibr 5: 7-9 + Mzm 31 + Luk 2: 33-35

 

 

Lectio

Pada waktu itu bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan, dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang'.

 

Meditatio

Berdukacita atau bersedih itu wajar. Setiap orang mempunyai perasaan. Maria sebagai seorang yang sama dengan manusia lainnya, pasti pernah bersedih, dan bahkan berdukacita menghadapi kenyataan yang tidak mengenakkan atau peristiwa yang menyedihkan.

Satu hal yang menarik, bahwasannya Maria telah diingatkan semenjak semula akan segala yang dihadapinya. 'Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan, dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang'. Pertama, Maria diingatkan akan kehadiran sang Anak, yang akan mendapatkan banyak tantangan dari orang-orang sekitarnya, yakni kaum Israel, umat kesayanganNya. Mereka malah digentarkan dan digertak dengan kehadiranNya. Kedua, Maria juga diingatkan, bahwasannya dia tidak bebas dari salib kehidupan. Maria pun harus memanggul salib sebagaimana dilakukan sang Anak terkasih. Maria berdukacita, bukan dengan tenggelam dalam kesedihan, melainkan menghadapinya dengan tekun dan setia. Maria pun tidak takut berdiri di bawah salib sang Anak; dan pada akhirnya membopong kembali sang Anak, yang sudah menyerahkan nyawa kepada Bapa di surga.

Kesetiaan Maria dalam mengikuti Yesus membuat dia pada akhir perjalanan hidupnya menikmati kemuliaan surgawi. Sebab 'sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Yesus menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya' (Ibr 5, 9). Maria adalah orang pertama yang menikmatinya.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau yang memanggul salib, dan menjadi perbantahan banyak orang, menjadi jaminan bagi setiap orang yang percaya kepadaMu untuk mendapatkan keselamatan. Maria yang telah setia mengikuti jalan salib bersamaMu, menikmatinya sebagai orang pertama, mendahului kami semua. Mari yang setia dalam dukacita peristiwa kehidupan, menikmati kemulianMu, karena semata-mata ganjaranMu sendiri bagi setiap orang yang percaya. Semoga kamipun kedapatan setia sampai akhir hidup. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang'. Maria tentunya akhirnya mengerti ucapan Simeon ini.

Kedua, 'sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Yesus menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya'. Maria adalah orang pertama yang menikmatinya.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017