Rabu Pekan Biasa XXIV, 16 September 2020

1Kor 13: 1-13 + Mzm 33 + Luk 7: 31-35

 

 

Lectio

Pada waktu itu Yesus bersabda: "dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis. Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya."

 

Meditatio

Setiap orang bebas memberi komentar. Namun sayangnya tidak mau berpikir terlebih dahulu sebelum melontarkannya; malah komentar seseorang menunjukkan kharakter seseorang. 'Yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya'. Itulah yang kita renungkan Sabtu kali lalu.

'Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa', tegas Yesus. Itulah Angkatan orang-orang di jaman Yesus. Mereka tidak mau tahu akan kehadiran sang nabi dan Juruselamat. Komentar mereka malah menunjuk sikap anti pati mereka terhadap rencana dan kehendak Allah yang menyelamatkan umatNya. Tepatlah pernyataan Yesus: mereka 'seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis'. Padahal segala yang dilakukan Yohanes dan Yesus sesuai dengan nubuat para nabi, sebagaimana tersurat dalam Kitab Suci.

 Komentar yang tidak dipikirkan terlebih dahulu menunjukkan penolakan mereka, angkatan jahat, terhadap Yesus Kristus. Namun Yesus tidak berhenti, karena penolakan mereka. Program kasih Allah tetap berlanjut sampai kepenuhannya. Sebab 'hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya'.

Kiranya kita juga tidak mudah putus asa dengan adanya komentar yang terlontar, bila memang ada hal baru yang hendak kita kerjakan. Pilihan tugas dan pekerjaan itu memang benar berguna bagi diri kita dan banyak orang. Kesetiaan pada cita-cita yang memang sudah dipertimbangkan masak-masak akan mendapatkan berkat tersendiri kita tentunya

 

Oratio

Yesus Kristus, kami mudah melontarkan komentar terhadap orang lain yang tidak sejalan dengan kemauan dan pendapat kami. Kami malah menjelek-jelekkan mereka. Ajarilah kami untuk selalu berani menerima kenyataan, terlebih bila semuanya itu adalah wacana baru, di luar kemampuan diri kami, tetapi benar-benar memberi solusi baru bagi kehidupan yang lebih baik. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa'. Komentar yang merendahkan diri sendiri.

Kedua, 'hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya'. Allah tetap berkehendak menyelamatkan manusia.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Hari Raya Maria mendapat Kabar Sukacita