Rabu Pekan Biasa XXVI, 30 September 2020

Ayb 9: 1-12 + Mzm 88 + Luk 9: 57-62

 

 

Lectio

Suatu ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: "Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi." Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya." Lalu Ia berkata kepada seorang lain: "Ikutlah Aku!" Tetapi orang itu berkata: "Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku." Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana." Dan seorang lain lagi berkata: "Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku." Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah."

 

Meditatio

Ada dua orang yang hendak mengikuti Yesus. 'Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi'. Mengapa mereka hendak mengikuti Yesus? Pasti mereka tertarik dengan pengajaran yang disampaikanNya.

'Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya', tegas Yesus mengingatkan mereka. Mengikuti Yesus berarti berani menderita dan tidak akan mendapatkan kenyamanan. Yesus memang memberikan pelbagai anugerahNya yang indah dan menyenangkan, tetapi tak dapat disangkal, diminta kepada para murid agar berani memanggul salib kehidupan.

Kedua, 'setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah'. Penegasan Yesus benar-benar mengajak setiap orang untuk berpikir, merenungkan diri sebelum bertindak. Hendaknya kita pikirkan terlebih dahulu segeala sesuatu yang akan kita kerjakan; termasuk dalam mengikuti Kristus Tuhan. Perlunya kedewasaan diri dalam mengikuti Yesus.

Ini kedua hal yang ditegaskan Yesus bagi orang-orang yang hendak mengikutiNya. Yesus pun tahu, bahwa penegasanNya ini amatlah berat bagi banyak orang, khususnya mereka yang hanya bermain-main dalam hidupnyayang penuh kenyamanan. Namun Tuhan Yesus tetap amat mengharapkan, agar Kerajaan Allah menjadi perhatian utama (Mat 6: 33) bagi setiap orang daripada aneka keperluan lainnya. Intulah yang dimaksudkan Yesus dengan penyataan 'biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana' tadi.

Pemberitaan inilah yang ditegaskan oleh santo Hieronimus yang kita peringati hari ini. Mewartakan Injil adalah kewajiban bagi setiap orang. Malah disadarinya, bahwa tidak mengenal kitab suci berarti tidak mengenal Kristus. Injil harus diberitakan, sebab Injil adalah sabda dan kehendakNya, yang mana tak seorang pun mampu membantahNya (Ayb 9).

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau meminta kami untuk mewartakan sabdaMu. Pewartaan sabda adalah wujud nyata, bahwa kami mendahulukan KerajaanMu di atas segala-galanya.

Santo Hieronimus, bantulah dan doakanlah kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya'.  Yesus miskin.

Kedua, 'setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah'. Akanl budi peneguh iman kepercayaan.

Ketiga, 'biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana'. SabdaNya adalah kehidupan.

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Hari Raya Maria mendapat Kabar Sukacita