Sabtu Pekan Biasa XXII, 5 September 2020

1Kor 4: 6-15 + Mzm 145 + Luk 6: 1-5

 

 

Lectio

Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya. Tetapi beberapa orang Farisi berkata: "Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?" Lalu Yesus menjawab mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?" Kata Yesus lagi kepada mereka: "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

 

Meditatio

Memetik bulir gandum dan memakannya pada Sabat adalah pantang. Apakah bila dilanggar mengakibatkan adalah sebuah dosa yang fatal? Daud pun pernah berbuat seperti itu walau bukan pada hari Sabat, yakni dia bersama para pengikutnya yang lapar mengambil roti sajian dan memakannya, padahal roti itu hanya boleh dimakan oleh imam-imam. Itulah sepertinya penegasan Yesus kepada mereka, kaum Farisi, yang mempersoalkannya. Pelanggaran para murid, demikian juga Daud bersama para pengkutnya sebatas pelanggaran kebijakan yang mengkondisikan kesantunan hidup bersama.

Beberapa hal tidak diperkenankan dilakukan pada hari Sabat, tentunya dimaksudkan agar seluruh umat beriman menggunakan hari Sabat sebagai hari yang istimewa yang dipersembahkan kepada Tuhan. Roti sajian dalam bait Allah boleh dinikmati hanya oleh para imam, mengingat tugas mereka yang berkaitan dengan ritual peribadatan dan hanya dalam bait Allah. Inilah kebijakan yang diharapkan ditaati bersama. Bila setiap orang mau menempatkan diri, tentunya akan terasa keindahan dan kenyamanan hidup bersama. Paulus mengingatkan: 'jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain. Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting?' (1Kor 4). Kerendahan hati akan mampu membuat setiap orang menempatkan diri.

Apakah sebuah dosa pelanggaran terhadap suatu kebijakan? Kalau itu dosa, pasti Yesus akan menegur keras para muridNya. Bukankah 'Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat'.

 

Oratio

Yesus Kristus, dalam hidup bersama memang dituntut saling memahami satu sama lain. Egoisme diri dalam hidup bersama tak ubahnya seekor serigala di tengah-tengah kawanan ternak. Kami mohon kepadaMu, semoga Roh PengertianMu selalu mendampingi kami dalam setiap karya pergaulan, sehingga kami mampu hidup bersaudara dan mengikuti tatanan hidup bersama. Amin.

 

Contemplatio

'Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat'.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017