Sabtu Pekan Biasa XXIV, 19 September 2020

1Kor 15: 35-49 + Mzm 56 + Luk 8: 4-15

 

 

Lectio

Pada waktu itu Yesus bersabda:  "Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat." Setelah berkata demikian Yesus berseru: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"

Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, apa maksud perumpamaan itu. Lalu Ia menjawab: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti. Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah. Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan. Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad. Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang. Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan."

 

Meditatio

Yesus telah memberikan keterangan tentang biji yang ditaburkan dan jatuh di aneka tanah yang berbeda satu sama lainnya. Masih sulitkah memahaminya bagi kita orang yang hidup di jaman sekarang ini?

'Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!', tegas Yesus kepada para muridNya, kepada kita semua. Kita bukan hanya mempunyai telinga untuk mendengar, melainkan mempunyai hati dan budi untuk merenungkannya. Kita tentunya tidak ingin menjadi pendengar dan melupakannya, melainkan benar-benar pelaksana sabdaNya. Bukankah sabdaNya adalah Roh dan Kebenaran? Bukankah sabdaNya adalah pelita kehidupan?bukankah kita juga sudah diangkat menjadi saudara dan saudari Yesus, yang siap melaksanakan sabda dan kehendakNya?

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkaulah Penyelamat kami. Engkau menaburkan sabdaMu kepada seluruh umat manusia, karena Engkau memgehendaki kami semua beroleh keselamatan. Semoga kami berani mendengarkan sabdaMu dan melaksanakannya, karena kami pun ingin hidup dengan indahnya dan menikmati keselamatanMu. Amin.

 

Lectio

'Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!'. Hendaknya kita menjadi pelaksana sabdaNya.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Hari Raya Maria mendapat Kabar Sukacita