Senin Pekan Biasa XXIII, 7 September 2020

1Kor 5: 1-8 + Mzm 5 + Luk 6: 6-11

 

 

Lectio

Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia. Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: "Bangunlah dan berdirilah di tengah!" Maka bangunlah orang itu dan berdiri. Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?" Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya. Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.

 

Meditatio

Kebijakan yang mengkondisikan perayaan hari Sabat dan peran imam dalam peribadatan, sebagaimana kita renungkan di hari Sabtu kemarin, mengajak kita mengapa ada aneka kebijakan yang dibuat antar kita sendiri. Semunya itu diterbitkan demi kenyamanan hidup bersama, dan bukannya hidup bersama demi aneka peraturan kebijakan yang ada. Kalau hal ini dipahami sungguh oleh para ahli Taurat dan kaum Farisi, maka tentunya mereka dapat dengan mudah menjawab pertanyaan Yesus: 'manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya'.

Mereka sepertinya bisa menjawab dengan baik, hanya saja sulit mengerti bahwa hidup ini bukan untuk aneka kebijakan dan aturan. Aneka kebijakan dan aturan hidup bersama baiklah kalau kita taati, tetapi bila ada saudara yang sakit di hari Sabat, kita bantu dia berjalan mengangkat tikarnya. Akibat ketidak-mampuan mereka, meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.

 

Oratio

Yesus Kristus, kami sering begitu kaku dalam memmahami aneka kebijakan dan aturan yang kami buat sendiri. Ajarilah kami dengan Terang Roh KudusMu, agar kami mampu memahami mengapa suatu aturan kebijakan dipraktekkan di suatu tempat, yang memang seringkali berbeda dengan yang lain. Dampingilah kami selalu, amin.

 

Contemplatio

'Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya'. Keterlaluan, kalau kita tidak memahaminya.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017