Senin Pekan Biasa XXVI, 28 September 2020

Ayb 1: 6-22 + Mzm 17 + Luk 9: 46-50

 

 

Lectio

Pada suatu kali timbullah pertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka. Karena itu Ia mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya, dan berkata kepada mereka: "Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar."

Yohanes berkata: "Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita." Yesus berkata kepadanya: "Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu."

 

Meditatio

Anak kecil jarang kita libatkan dalam aneka pembicaraan, bahkan peribadatan, karena mereka seringkali menyeusahkan kita orang dewasa. Pikiran mereka pun belum seperti yang kita inginkan. Tidak melibatkan mereka, berarti mengabaikan mereka, meniadakan mereka.

Bukan hanya anak-anak kecil yang kita abaikan, melainkan seringkal tanpa dosadari, kita pun mengabaik orang-orang yang tidak sesuai dengan pendapatk kita, mereka yang di luar komunitas kita, mereka yang kita cap negative, mereka yang malang, miskin dan sakit.

Namun sebaaiknya, mereka adalah orang-orang yang dikasihi dan dicntai Tuhan Yesus. Yeus menerima baik mereka yang sakit, yang dikelopmokkan kaum pendosa, mereka yang bebrbeda dengan kaum Israel, yang mwerasa menjadi bangsa terpilih. Maka menrrima kaum terbuang ini berarti menerima anak kecil, menerima Yeus sendiri. Mereka benar-benar akhirnya sebagai orang besar, karena  mereka adalah sahabat-sahabat atau kumpulan orang-orang sderajat Yesus. Karena itu, Yesus mengingatkan: 'barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar'. Orang seperti Ayub pun adalah orang besar, karena kepercayaannya akan belaskasih Tuhan. Ttuhan yang mmebri, Tuhan yang mengambil, terpujilah Dia.

Yesus pun serentak menegur Yohanes yang melarang 'seorang mengusir setan demi nama-Mu, tetapi ia bukan pengikut kita'. Bukankah ini berarti menolak Yesus sendiri? Yohanes sepertinya belum memahami anak kecil, sebagaimana dimaksudkan Yesus.

 

Oratio

Yesus Kristus, kami bersyukur kepadaMu karena Engkau memperhatiakn setiap orang, terlebih mereka yang menjadi pilihanMu, yakni mereka yang Kau sebut sebagai anak kecil. Semoga kami pun semakin berani menerima keberadaan sesame kami, walau mereka berseberangan dengan kami. Amin.

 

Contemplatio

'Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar'. Mereka orang-orang yang sederajat dengan Yesus.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Hari Raya Maria mendapat Kabar Sukacita