Jumat Pekan Biasa XXVII, 9 Oktober 2020

Gal 3: 7-14 + Mzm 111 + Luk 11: 15-26

 

 

Lectio

Setelah penyembuhan dan penusiran setan ada di antara mereka yang berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan." Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.

Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapi teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula."

 

Meditatio

Yesus mengadakan pembelaan diri ketika beberapa orang menyerang Dia dengan mengatakan: 'Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan'. Mengapa Yesus merasa risau dengan komentar mereka? Apakah penyataanNya itu hanya ingin menegaskan, bahwa 'Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka ketahuilah Kerajaan Allah sudah datang kepadamu?'. Kiranya menjadi permenungan kita bersama.

Kita bukanlah orang-orang Israel yang tidak tahu berterima kasih. Kita adalah orang-orang yang percaya kepadaNya. Ada baiknya kalau kita semakin hari semakin menyatukan diri dengan sang Kehidupan, sebagaimana dikatakan sndiri: 'siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan'. Memang bersama Yesus tidak harus selalu satu rumah (bdk Luk 9). Hati yang terarah dan berjaga adalah tanda kebersatuan kita dengan Tuhan Yesus. Sebab tak dapat disangkal, kuasa kegelapan itu seperti singa yang mengaum-aum mencari mangsa. Lawanlah dia. Kita lengah, maka dia akan datang menyerang, terlebih lagi kalau kedapatan 'rumah kita bersih tersapu dan rapi teratur', tetapi tidak terjaga; 'dia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula'.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau sepertinya risau mendengarkan celoteh dan komentar banyak orang yang meragukan tugas perutusanMu. Ajarilah kami untuk tidak tenggelam dalam kerisauan diri, melainkan berani bangkit dan berdiri menunjukkan kebenaran sebagaimana yang Engkau lakukan.

Ajarilah kami untuk selalu berbelaskasih terhadap sesame kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka ketahuilah Kerajaan Allah sudah datang kepadamu?'. Kehadiran Yesus adalah kehadiran Allah.

Kedua, 'siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan'. Sehati sejiwa selalu.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Selasa XXX, 26 Oktober 2010