Jumat Pekan Biasa XXVIII, 16 Oktober 2020

Ef 1: 11-14 + Mzm 33 + Luk 12: 1-7

 

 

Lectio

Suatu hari beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi. Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah. Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia! Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit".

 

Meditatio

Kepada orang yang berkuasa biasanya kita takut. Hari ini Yesus mengingatkankan: 'Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka'.

Yesus meminta kita tidak takut kepada siapapun, bahkan kepada mereka yang mengancam jiwa. Namun yang dimaksudkan, bukanlah kita tidak hormat dan segan kepada siapapun, kita harus tetap menaruh hormat kepada siapapun. Kasihilah sesamamu. Takut yang dimaksudkan adalah bertekuk lutut kepada seseorang yang membuat kita tidak mampu berbuat-apa. Takut yang membuat kita terkurung dan tak berkutik. Berani kita bertindak sebagaimana dimaksudkan Yesus? Kita takut dan kuatir, kalau jiwa terancam?

Kepada siapakah kita harus takut dan berunduk? Tentunya kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan ini. Sebab hanya Dialah, yang menyatakan kita selamat atau tidak. Bukankah Yesus sendiri pernah menyatakan bahwa kelak kita akan dipisahkan, bagaikan kawanan domba dan kambing, bagaikan biji gandum dan ilalang?

Apa yang harus kita kerjakan? Kita takuti Dia, bukan dengan melarikan diri daripadaNya, malahan kita dekati Dia dan kita lakukan kehendakNya. 'Jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit', tegas Yesus. Bukankah kamu tercipta sesuai dengan gambarNya, kita sahabat-sahabatNya, tambah Yesus.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau mengingatkan kami kepada siapa harus berani merundukkan diri. Hanya padaMulah kami percaya dan berunduk, sebab hanya padaMu kami sampai kepada Bapa dan beroleh selamat. Bantulah kami untuk setia kepadaMu. Amin.

 

Contemplatio

'Jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit'. Kita tercipta sesuai dengan gambarNya.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Hari Raya Maria mendapat Kabar Sukacita