Kamis Pekan Biasa XXVIII, 15 Oktober 2020

Ef 1: 1-10 + Mzm 98 + Luk 11: 47-54

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus mengecam orang-orang Farisi. KataNya: 'celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka. Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya. Sebab itu hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya, supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan, mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah. Bahkan, Aku berkata kepadamu: Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi'.

Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal. Untuk itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya.

 

Meditatio

'Dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan, mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah'. Inilah nubuat para nabi yang dikutip Yesus. Yesus tidak menyebut kutipan alkitab apa yang diambilNya. Namun, kenapa Yesus juga tidak meperbaharui sabda Allah melalui nubuat para nabi itu? Apa salah angkatan mereka sekarang ini? Kalau tokh mereka bersalah, bukankah kesalahan merea tidak ada sangkut pautnya langsung dengan para nabi dan para rasul? Apakah Yesus langsung mengenakan denda dosa dan kesalahan mereka ini, karena mereka tidak berbeda jauh dengan para leluhur mereka, yang selalu menolak segala kebajikan dan kemurahan hati Tuhan? Terhadap Anak Manusia pun mereka juga berbuat seperti para leluhur mereka? Karena memang hari demi hari mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya.

 

Oratio

Yesus Kristus, kehendakMu memang sulit kami mengerti. Kami bukannya belajar untuk memahaminya, malah mengabaikan dan bahkan menolaknya, karena tidak sesuai dengan keinginan kami dan tidak memuaskan diri kami. Semoga kami selalu berani mengamini kehendakMu yang menyelamatkan itu. Amin.

 

Contemplatio

Allah itu adalah Kasih.

 









Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016