Kamis Pekan Biasa XXVIII, 22 Oktober 2020


Ef 3: 14-21 + Mzm 33 + Luk 12: 49-53

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus berkata kepada para muridNya: "Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala! Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung! Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya."

 

Meditatio

Yesus datang dan disambut dengan perbantahan. Itulah yang pernah dikatakan Simeon kepada Maria dan Yosef, ketika mereka menynatkan Yesus di hari kedelapan. Hari ini Yesus menegaskan sendiri akan kehadiranNya. 'Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan'. Sebab tak jarang ajakan dan pengajaranNya membuat orang memisahkan diri satu dengan lainnya. Mereka memisahkan diri, bagaikan ilang dan biji gandum, antara mereka yang mengamini sabdaNya dengan mereka yang menolaknya. Keluarga pun tidak lagi menjadi ikatan persaudaraan. Mereka malah diajak menyangkal diri, memanggul salib dn mengikutiNya. Mengikut Yesus bukan untuk beria-ria, melainkan berjalan bersama Yesus ke puncak golgota, yang pada akhirnya memandang Dia yang ditinggikan di kayu salib.

Yesus mengajarkan dan mengajak setiap orang, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan sikap dan tindakan, sebagaimana yang dikatakanNya: 'Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala! Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung!'. Cawan yang harus diminum itulah baptisan yang dimaksudkan. Cawan itu adalah darahNya yang dicurahkan, dan pada akhirnya menjadi tebusan bagi banyak orang. Biarlah cawan ini berlalu, bukan karena kehendaKu, melainkan kehendakMu. Dia yang adalah Tuhan tidak menyembunyikan kemanusiaan yang dimilikiNya. Dia makan dan minum. Dia pun siap menderita memanggul salib, dan siap disalibkan. Dia adalah Tuhan yang tahu artinya menderita.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau datang mengingatkan kami akan artinya keselamatan. Keselamatan itu sendiri adalah pemberianMu bagi setiap orang yang mengamini sabdaMu. Semoga kami dengan setia melakukan segala kehendakMu yang menyelamatkan itu, dan pada akhirnya kami kedapatan setia sampai akahir hidup. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan'. Mereka memisahkan diri, bagaikan ilang dan biji gandum.

Kedua, 'Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala! Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung!'. Cawan yang harus diminum itulah baptisan yang dimaksudkan.

 






Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016