Minggu Pekan Biasa XXVIII, 11 Oktober 2020

Yes 25: 6-10 + Fil 4: 12-14 + Mat 22: 1-10

 

 

Lectio

Pada waktu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang. Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini. Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya. Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka. Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu. Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu'.

 

Meditatio

Banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih. Benarlah kata-kata Yesus ini. Bangsa Israel memang bangsa pilihan Allah. Mereka dipanggil oleh Allah semenjak semula untuk menikmati keselamatan bersamaNya; bukan saja kelak di akhir jaman, tetapi dalam perjalanan hidupnya. Namun sayangnya, kasih karunia Allah tidak ditanggapi mereka dengan serius. Mereka mengabaikan aneka undangan, sebagaimana digambarkan Yesus dalam perumpamaan hari ini. Undangan Allah adalah undangan sukacita, sebagaimana digambarkan juga oleh nabi Yesaya (25: 6-10). Berbahagialah yang mendiami rumah Tuhan.

Aneh memang, tetapi itu nyata. Mereka diundang kepada keselamatan, tetapi menolaknya.

Mengapa mereka tidak mau tahu dengan undangan itu? Apakah mereka orang-orang yang malas? Apakah mereka tidak mau memandang masa depan? Apakah merasa cukup dengan keterpilihan mereka semenjak semula? Jaminan sebagai orang-orang yang terpanggil sepertinya akan hilang, kalau tidak mau mengikuti undangan sang Penyelamat.

Kita juga adalah orang-orang yang terpilih, berkat sakramen baptis. Aneka karuniaNya pun dilimpahkanNya kepada kita. Janganlah keselamatan yang sudah kita peroleh luntur, karena kemalasan diri dan ke-tidak-mau-tahu-an akan sabda dan kehendakNya.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau bersabda dan bersabda kepada kami. Engkau mengundang dan mengundang kami. Ajarilah kami peka dan jeli akan undanganMu dan menikmatinya dengan penuh syukur. Amin.

 

Contemplatio

'Banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih'.

 










Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Hari Raya Maria mendapat Kabar Sukacita