Minggu Pekan Biasa XXX, 25 Oktober 2020

Kel 22: 21-27 + 1Tes 1: 5-10 + Mat 22: 34-40

 

 

Lectio

Suatu hari ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

 

Meditatio

Kehilangan citarasa hari Minggu sebagai hari Tuhan, hari yang dikuduskan, adalah gejala hilangnya cita rasa otentik akan kebebasan anak-anak Allah, kata Paus Benediktus. Kata-kata yang inspiratif. Mengapa?

Karena memang hanya orang-orang yang mengasihi Tuhan adalah mereka yang pergi ke gereja merayakan hari Minggu, hari kebangkitan, hari penebusan umat beriman. Injil hari ini mengajak kita untuk mengasihi Tuhan, Allah dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budi. Dia Yesus Kristus, yang bangkit dari alam menyelamatkan umat manusia. Merayakan hari Minggu berarti merayakan iman kepercayaan kita.

Merayakan hari Minggu berarti kita mendoakan sesame kita, termasuk keluarga, mereka yang ada di sekitar kita, bahkan mereka yang telah meninggal pun kita doakan. Secara khusus doa-doa permohonan kita satukan dengan persembahan yang paling berkenan kepada Tuhan, yakni Tubuh dan Darah Kristus, yang dirayakan dalam perayaan Ekaristi. Mendoakan sesame adalah wujud nyata mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Merayakan hari Minggu, kita tidak hanya berdoa bagi diri sendiri, kita berdoa juga bagi sesame, bagi dunia.

Kalau kita merayakan hari Minggu dengan tulus ikhlas dan penuh kerinduan hati berarti kita membebaskan diri dari ikatan-ikatan insani yang menenggelamkan kita dalam dosa. Kita merayakan kebebasan anak-anak Allah.

 

Oratio

Yesus Kristus, kami seringkali bermalas-malasan dalam berbagi kasih terhadap sesame. Doa kami pun terasa kurang bersemangat. Kami mohon, semoga taburan kasihMu semakin membangkitkan diri kami untuk mengasihi Engkau yang hadir dalam diri sesame kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu'. Allah itu kasih.

Kedua, 'kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri'. Kita kekasih Allah.

 

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016