Sabtu Pekan Biasa XXVIII, 17 Oktober 2020

Ef 1: 15-23 + Mzm 8 + Luk 12: 8-12

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus mulai mengajar murid-murid-Nya, kata-Nya: 'Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah. Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni. Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan'.

 

Meditatio

Kalau Yesus berkata: 'setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah', apakah boleh diartikan bahwa Yesus itu pamrih atau bahkan balas dendam? Demikian juga kalau kita menyangkal Dia di depan umum.

Mengakui atau menyangkal Yesus di muka umum diterjemahkan oleh Paulus dengan mengatakan, bahwa iman tanpa perbuatan itu sia-sia. Sebab bagaimana seseorang menyebut diri percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi tak berani mengatakan dirinya adalah seorang katolik ketika temannya menanyakan apa agamanya. Atau tidak berani memasang salib di kamar tamu atau ruang kerjanya mengingat banyak tamu atau kliennya yang datang itu beragma non-kristiani. Atau pun sama-sama pengikut Krisrus, tetapi tak berani membuat tanda salib ketika diminta memimpin doa bersama. Ini semua adalah contoh-contoh kecil bagi seseorang yang tidak mau menyatakan dirinya sebagai pengikut Kristus, sebagai orang-orang yang diangkat menjadi saudara dan saudari Yesus. Bagaimana seseorang dapat masuk dan menikmati Kerajaan Surga, kalau memang dia tidak mau dan berani mengamini sabda dan kehendak Tuhan dalam perbuatan?

Roh Allah itu Allah. Anak Manusia itu Allah sekaligus Manusia, sebab Dia memang adalah Allah yang menjadi manusia. Apakah alasan ini, maka Yesus menegaskan, bahwa 'seseorang yang melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni?'. Atau Yesus hendak menyatakan kerendahan hati, walau Dia seorang Anak Manusia.

 

Oratio

Yesus Kristus, kami seringkali bergaul dengan sesama kami dengan akrabnya. Namun kami amat enggan menyatakan diri sebagai orang-orang yang Engkau kasihi, yang menikmati rahmat kebangkitan. Teguhkanlah kemauan kami dalam menyatakan diri, sehingga kami pun kelak menikmati kebahagian surgawi bersama para malaikat dan orang-orang kudusMu. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah'. Iman tanpa perbuatan adalah sia-sia.

Kedua, 'seseorang yang melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni'. Iman itu anugerah Allah.










Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Hari Raya Maria mendapat Kabar Sukacita