Sabtu Pekan Biasa XXVIII, 24 Oktober 2020

Ef 4: 7-11 + Mzm 122 + Luk 13: 1-9

 

 

Lectio

Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan.  Yesus menjawab mereka: "Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?  Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.  Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem?  Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian."

Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!  Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!"

 

Meditatio

Kecelakaan atau sakit, bukanlah akibat dosa; termasuk kecelakaan robohnya menara di Siloam yang menimpa beberapa orang. Mereka yang tertimpa, bukanlah orang yang banyak dosanya dibanding orang-orang lainnya. Kecelakaan tidak memilih sasaran. Namun, tegas Yesus 'jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian'. Yesus tak segan-segan menyampaikan hal itu. Bukankah Yesus juga menyatakan akan terjadi pemisahan kelak di akhir jaman, yakni antara biji gandum dan ilalang? Pertobatan adalah syarat mutlak bagi setiap orang yang merindukan keselamatan. Kebinasaan akhir cerita orang-orang yang tidak mau bertobat.

Kapan pertobatan dimulai? Hari ini kita dipanggil dan disapaNya, hari ini juga kita harus berani mengamini sabdaNya. Inilah pertobatan. Semenjak kita percaya kepada Kristus Tuhan, seharusnya kita hidup semakin baik. Bukankah kita telah menyatukan diri dengan Pokok Anggur? Ranting yang tak berbuah akan dibersihkannya. Sudahkah kita menjadi ranting yang berbuah? Semakin dekat kan kita dengan sang Empunya kehidupan? Hari ini Yesus mengundang setiap orang untuk semakin berani mendekatkan diri kepada sang Empunya kehidupan. Yesus bahkan memberi keselamatan bagi setiap orang untuk meperbaharui diri, sebagaimana dikatakanNya dalam perumpamaan hari ini. 'Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!'.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau mengajak setiap orang untuk berani bertobat. Bertobat berarti mendekatkan diri kepadaMu, sebab dekat padaMu, kami menjadi bersih dari segala dosa, bahkan beroleh keselamatan daripadaMu. Kami mohon, semoga kami berusaha mendekatkan diri kepadaMu, dan pada akhirnya tinggl bersamaMu di rumah Bapa. Amin.

 

Contemplatio

'Jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian'. Peringatan Yesus, agar kita benar-benar berani bertobat.

 

 









Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016