Sabtu Pekan Biasa XXX, 31 Oktober 2020

Fil 1: 18-26 + Mzm 42 + Luk 14: 7-11

 

 

Lectio

Pada suatu hari ketika Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu, supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah. Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."

 

Meditatio

'Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan', tegas Yesus. Pengajaran Yesus disampaikan pada suatu peristiwa konkrit, di mana pada saat itu tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan.

Sikap sombong dan angkuh memang diawali dari keinginan kodrati setiap orang yang ingin diperhatikan. Kenyamanan mendapatkan perhormatanlah yang pada akhirnya meninabobokan mereka. Kenyamanan ini semakin menjadi tuntutan bila dibarengi dengan kepandaian dan kekayaan yang dimiliki oleh seseorang. Kemampuan mengendalikan keinginan kodrati untuk diperhatikan menjauhkan seseorang dari kesombongan diri.

Sebaliknya orang yang selalu bersyukur kepada Tuhan akan mampu merendahkan diri di hadapan sesame, bahkan berani berbagi kasih terhadap sesamanya. Mengapa? Sebab segala yang dirasakan dalam hidupnya, semata-mata bukanlah hasil karya pribadi. Dia memang telah berjuang dan berjuang, tetapi dirasakan sungguh campur tangan dan perlindungan Tuhan dalam dirinya. Malahan dia mampu merasakan kelemahan dan keterbatasan diri yang akan pasti disempurnakan oleh Tuhan sang Empunya kehidupan. Dia akan selalu merunduk di hadapanNya.

Tentunya kita ingat akan doa seorang Farisi dan pemungut cukai. 'Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini', doa singkatnya membuat pemungut cukai ini yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan', tegas Yesus.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau meminta kami untuk selalu berani berbagi kasih terhadap sesame dan berunduk di hadapanMu. Semuanya itu menjadi bukti nyata kerendahan diri kami. Buatlah kami selalu berani berusaha merundukkan diri di hadapanMu, yang hadir dalam diri sesame kami. Amin.

 

Oratio

'Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan'.

 










Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016