Selasa Pekan Biasa XXVIII, 13 Oktober 2020

Gal 4:31 – 5,6 + Mzm 119 + Luk 11: 37-41

 

 

Lectio

Ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan. Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan. Tetapi Tuhan berkata kepadanya: "Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan. Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam? Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu".

 

Meditatio

Yesus sepertinya sengaja hendak makan tanpa membasuh tangan terlebih dahulu. Yesus sengaja melakukannya hanya ingin membuka wacana hidup baru, bahwasannya selama ini mereka orang-orang Farisi, membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalam diri mereka penuh rampasan dan kejahatan. Yesus membuka mata hati atas kemunafikan mereka itu dengan tidak membasuh tangan sebelum makan.

Tujuan Yesus semata-mata hanya ingin mengajak mereka untuk berani bertobat dan bertobat. Bertobat berarti kembali kepada Allah. Bertobat berarti kembali melakukan segala yang dikehendaki Allah. Bertobat berarti mengembalikan segala yang bukan milikinya. 'Berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu', pinta Yesus untuk mengungkapkan rasa pertobatan. Sepetinya Zakheus amat menyadari hal ini dengan mengatakan: 'Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat'. Rasa tobat Zakheus ternyata lebih berkenan kepada Tuhan daripada pertobatan orang-orang Farisi, yang lebih pandai dalam Kitab Suci dan mempunyai kedudukan sosial yang tinggi itu.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau mengingatkan kami, agar berani menguduskan hati dan budi. Sebab isi hati kamilah yang menggerakkan seluruh langkah hidup kami. Kesucian diri ungkapan dari kesucian hati dan budi kami. Ajarilah kami selau.  Amin.

 

Contemplatio

'Berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu'. Pengudusan diri berasal dari dalam.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016