Senin Pekan Biasa XXVII, 5 Oktober 2020

Gal 1: 6-12 + Mzm 111 + Luk 10: 25-37

 

 

Lectio

Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?" Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup." Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?" Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?" Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"

 

Lectio

'Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri'. Inilah hukum cinta kasih yang ditegaskan Yesus Kristus. Bukan hukum baru sebenarnya, karena memang sudah tersurat dalam Perjanjian Lama. Namun Yesus menegaskan hukum kasih sebagai landasan hidup, karena Allah sendiri adalah Kasih.

Mengasihi Tuhan bearti melakukan segala sabda dan kehendakNya; dan mengasihi sesame adalah menunjukkan belas kasihan diri terhadap sesame, sebagaimana dicontohkan Yesus dalam perumpamaan di atas.

Yang menarik lagi, mengapa Yesus bertanya: 'siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?'. Kembali kepada pertanyaan ahli Taurat yang mencari pembenaran diri dengan bertanya siapakah sesamaku, maka tentunya kita dapat memahami pertanyaan Yesus. Kita sebenarnya sudah mengetahui dan mengenal siapakah sesame kita, maka menanggapi lontaran pertanyaan Yesus adalah bahwa hanya sesama yang selalu menaruh hati terhadap sesama. Kasih terjadi antar sesame. Orang yang tidak hidup dalam kasih bukanlah sesame manusia.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau mengasihi kami, dan Engkau mengundang kami untuk menanggapi kasih itu dengan mengasihi yang hadir dalam diri sesame kami. Semoga kami berani berbagi kasih dengan sesama, dan terlebih menunjukkan belaskasih diri kepada orang-orang yang ada di sekitar kami. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri'. Inilah hukum cinta kasih sejati.

Kedua, 'siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?'. Janganlah Yesus sampai bertanya kepada kita seperti itu.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Hari Raya Maria mendapat Kabar Sukacita