Senin Pekan Biasa XXVIII, 19 Oktober 2020

Ef 2: 1-10 + Mzm 100 + Luk 12: 13-21

 

 

Lectio

Suatu hari seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku." Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?" Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."

 

Meditatio

Ada seseorang yang meminta Yesus menyelesaikan persoalan keluarga mereka dalam berbagi warisan. Yesus menolaknya. Sebaliknya, Yesus malah berkata kepada semua orang yang mengeliliNya: 'berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu'. Harta benda dan kekayaan itu perlu dan penting bagi hidup, tetapi bila sudah ada sikap tamak dan rakus akan kekayaan, terjerumuslah orang di dalamnya. Dia sudah terjerumus, tenggelam dan bergantung pada kekayaan hidupnya.

'Manusia hidup bukan dari roti saja' (Luk 4), tegas Yesus, apalagi harta benda, 'tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah' (Mat 4).

Perumpaan tentang 'seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya' memberi gambaran kepada kita agar tidak mengandalkan kekayaan dalam hidup. Perhatian kepada sang Empunya kehidupan tentunya wajib kita berikan kepadaNya. 'Berikanlah kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah', sebagaimana kita renungkan kemarin. Perhatikanlah segala yang di atas, bukan yang dibawah, kata Paulus. Kita harus kaya dalam harta, dan juga kaya akan Allah. Janganlah hanya   mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah'.

 

Oratio

Yesus Kristus, kami bersyukur kepadaMu, karena mengingatkan kami untuk selalu memberi perhatian kepadaMu, bukan hanya mencari-cari makanan dan kekayaan. Ajarilah kami untuk selalu beryukur kepadaMu, bila kami mendapatkan apayang kami cari itu. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu'. Ada sabda Tuhan.

Kedua, 'begitulah orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah'. Janganlah sampai dikatakan Yesus kepada kita.

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016