Jumat Pekan Biasa XXXII, 13 November 2020

2Yoh 4-9 + Mzm 119 + Luk 17: 26-37

 

 

Lectio

Dalam pengajaranNya Yesus berkata: 'sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali. Ingatlah akan isteri Lot! Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya. Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan." Kata mereka kepada Yesus: "Di mana, Tuhan?" Kata-Nya kepada mereka: "Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar."

 

Meditatio

Adakah perubahan sikap bangsa terpilih dalam menanggapi kehadiran Tuhan Yesus? Seperti pada jaman Nuh ataupun Lot, mereka makan dan minum sebagaimana adanya, demikianlah kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.

Pertama, semua diminta apa adanya sepertinya, karena barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya. Namun mengapa yang seorang akan diambil dan lain tidak?

Kedua, kedatangan Anak Manusia sepertinya tidak bisa ditanggapi dengan aneka kegiatan yang mendadak dan serampangan. Orang harus tetap makan dan minum sebagaimana adanya. Orang harus tetap membawa pelitanya, tetapi hendaknya bersikap seperti gadis yang biijak. Setiap orang harus membawa minyak dalam buli-buli yang dimilikinya. Berbahagialah mereka yang telah mengisi kantong panahnya sampai penuh.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau selalu mengajak kami menaruh perhatian kepadaMu. Ada banyak kegiat an dan kesibukan yang dapat kami kerjakan, tetapi Engkau mengajak kami agar kamitetap mengarahkan andagan ke atas di mana engkau berada. Semoaga berkat kasihMu, kami tidak tenggelam dalam kesibukan kami sehari-hari. Amin.

 

Contemplatio

 'Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya'

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016