Kamis Pekan Biasa XXXI, 5 November 2020

Fil 3: 3-8 + Mzm 105 + Luk 15: 1-10

 

 

Lectio

Pada suatu kali para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka." Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan. Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."

 

Lectio

Banyak orang-orang Farisi dan para ahli Taurat gelisah dan risih ketika melihat Yesus membiarkan orang-orang berdosa dan para pemungut cukai datang kepadaNya. 'Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka', gerutu mereka. Dia orang baik, seorang Guru, tetapi mengapa menerima orang-orang berdosa, mereka yang jahat, dan para pemungut cukai.

'Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang'.  Sabda Yesus inilah yang kiranya dapat menjelaskan kegelisahan kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat. Rasa memiliki Yesus terhadap orang-orang yang dipercayakan Bapa amat menjiwai diriNya. Yesus tidak mau kehilangan mereka, apalgi membuangnya. Seperti seorang gembala yang mencari seekor domba yang tersesat, padahal masih ada sembilanpuluh Sembilan ekor lainnya, atau seperti seorang perempuan yang mencari satu dirham yang dimilikinya, sebagaimana dikatakan dalam perumpaan hari ini, demikianlah Yesus mencari dan mengasihi umatNya, orang-orang yang dikasihiNya.

Dan orang-orang yang benar-benar merasakan kelemahan dan kepapaan diri, amat membutuhkan sapaan dan belaskasih Tuhan. Itulah yang disadari Yesus. 'Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa', tegas Yesus. Kita pun seharusnya bisa bertindak seperti Yesus.

Apakah kita termasuk para pemungut cukai atau kaum berdosa? Sebagai orang-orang yang percaya akan Kristus Tuhan, hendaknya kita berkata seperti Paulus: 'segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya' (Ef 3).

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau mencari dan mencari kami selalu. Engkau sungguh bertanggungjawab terhadap kami orang-orang yang Engkau kasihi. Ajarilah kami mendengarkan suaraMu, sebab Engkau hadir sendiri dalam sabdaMu itu.  

 

Contemplatio

'Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang'.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016