Minggu Pekan Biasa XXXII, 7 November 2020


Keb 6: 13-17 + 1Tes 4: 13-18 + Mat 25: 1-13

 

 

Lectio

Suatu hari berserulah Yesus: 'pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka. Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia! Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya'.

 

Meditatio

'Kebijaksanaan bersinar dan tak dapat layu, mudah dipandang oleh yang kasih kepadanya, dan ditemukan oleh mereka yang mencarinya. Ia mendahului memperkenalkan diri kepada yang ingin kepadanya. Barangsiapa pagi-pagi bangun demi kebijaksanaan tak perlu bersusah payah, sebab ditemukannya duduk di dekat pintu' (Keb 6).

Inilah kebijaksanaan yang berasal dari Allah. KebijaksanaanNya kekal abadi. Dia tidak saja dicari banyak orang, malahan 'Dia sendiri berkeliling mencari orang yang patut baginya, dan dengan rela memperlihatkan diri kepada mereka di jalan, pada tiap-tiap pikiran dijumpainya'. Kebijaksanaan inilah yang dimiliki oleh orang-orang yang merindukan Tuhaan, sebagaimana digambarkan dalam perumpamaan 5 gadis yang bijak dan 5 gadis yang bodoh dalam Injil hari ini. Kebijaksanaan sejati inilah yang akan mempertemukan mereka yang merindukan dengan Dia yang dirindukan, antara mereka yang mengasihiNya dan Dia yang mengasihi umatNya, mempertemukan kelima gadis bijak dengan sang pengantin.

Kebijaksanaan ini amat berbeda dengan kebijaksanaan insani, yang seringkali malahan menjauhkan orang dari sang kebijaksanaan ilahi.  Sebab kebijaksanaan insani membuat orang mengandalkan diri pribadi, merasa mampu melakukan segala-galanya, dan 'aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku' (Luk 18).

Bagaimana mendapatkan kebijaksanaan Allah? Tentunya kemauan Tuhan itulah kebijaksanaanNya. Kemauan Tuhan itulah yang disampaikan dan disabdakanNya kepada kita.

 

Oratio

Yesus Kristus, sabdaMu adalah kebenaran dan hidup. Semoga kami setia mendengarkan sabdaMu dan melaksanakannya, sehingga kami benar-benar hidup sesuai dengan kehendakMu yang menyelamatkan itu. Amin.

 

Contemplatio

'Kebijaksanaan bersinar dan tak dapat layu, mudah dipandang oleh yang kasih kepadanya, dan ditemukan oleh mereka yang mencarinya. Ia mendahului memperkenalkan diri kepada yang ingin kepadanya. Barangsiapa pagi-pagi bangun demi kebijaksanaan tak perlu bersusah payah, sebab ditemukannya duduk di dekat pintu'.

 





Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016