Minggu Pekan Biasa XXXIII, 15 November 2020

Ams 31: 30-31 + 1Tes 5: 1-6 + Mat 25: 14-21

 

 

Lectio

Dalam pengajaranNya Yesus berkata: 'hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu'.

 

Meditatio

          'Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya'. Sebuah pernyataan Yesus Kristus tentang anugerah yang diberikan oleh Tuhan kepada setiap orang berbeda satu dengan yang lain. Sikap iri hati adalah ketidakmampuan diri menerima keberhasilan orang lain daripada dirinya sendiri.

Pertama, setiap orang diminta mempertanggungjawabkan segala anugerah yang diberikan oleh Tuhan. Bukannya Tuhan ingin meminta balik segala yang diberikanNya, tetapi semata-mata segala anugerahNya malahan menjadikan setiap orang mampu bertanggungjawab. Barangsiapa menerima banyak dituntut banyak pula daripadanya, sedangkan yang menerima sedikit, sedikit pula dituntut daripadanya.

Kedua, keberanian setiap orang mempertanggungjawabkan kepada Tuhan atas segala anugerahNya membuat mereka akan menikmati sukacita yang lebih besar lagi. 'Engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu'. Pertanggunganjawab kita dalam aneka persoalan sehari-hari menunjukkan kedalam hidup rohani. Yesus pun pernah mengingatkan 'jikalau kamu tidak setia dalam hal mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?' (Luk 16).

Ketiga, pertanggunganjawab kehidupan sehari-hari amatlah tampak dalam keluarga, sebab di dalam keluargalah kehidupan sosial dimulai. Keluarga adalah sekolah utama.pertanggunganjawab  semakin terpenuhi oleh istri yang cakap, sebagaimana yang dipuja-puji dalam kitab Amsal hari ini. Sebab bukankah istri adalah penolong sebagaimana dikatakan juga dalam kitab Kejadian? (Kej 2).

 

Oratio

          Yesus Kristus, Engkau mengajak kami untuk menjadi orang-orang yang bertanggungjawab. Penuhilah kami dengan Roh KudusMu, agar kami semakin berani bertanggungjawab dalam kehidupan kami sehari-hari, sebagaimana kepercayaan yang telah Engkau berikan kepada kami. Amin.

 

Contemplatio

          Pertama, 'yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya'. Anugerah Allah yang membedakan satu orang dengan lainnya.

Kedua, 'engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu'. Pertanggunganjawab mendatangkan berkat yang lebih besar.










Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016