SabtuPekan Biasa XXXIII, 21November 2020

Why 11: 4-11 + Mzm 144 + Luk 20: 27-40

 

 

Lectio

Saat itu datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya: "Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati sedang isterinya masih ada, tetapi ia tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu. Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan lalu mati dengan tidak meninggalkan anak. Lalu perempuan itu dikawini oleh yang kedua, dan oleh yang ketiga dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu, mereka semuanya mati dengan tidak meninggalkan anak. Akhirnya perempuan itu pun mati. Bagaimana sekarang dengan perempuan itu, siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia." Jawab Yesus kepada mereka: "Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan. Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup." Mendengar itu beberapa ahli Taurat berkata: "Guru, jawab-Mu itu tepat sekali." Sebab mereka tidak berani lagi menanyakan apa-apa kepada Yesus.

 

Meditatio

Hidup pasca-kebangkitan adalah wujud kehidupan ilahi yang tidak lagi menampilkan istilah kawin dan dikawinkan. Ikatan apapun yang kita buat selama di dunia ini, tidak berlaku lagi; tidak ada ikatan-ikatan insani lagi. Namun masih adakah aku, kamu ataupun dia yang membedakan satu dengan lainnya?

Pertama, dalam hidup pasca-kebangkitan kita semua sama seperti malaikat-malaikat sebab kita adalah anak-anak Allah dan kita pun melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya (1Yoh 3).

Kedua, pasca-kebangkitan adalah sebuah konsep hidup, bahwa seseorang tidak mati, dia hidup kembali, yang semuanya hanya terjadi karena Tuhan Allah sang Empunya kehidupan. Tuhan Allah kita bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup, teas Yesus.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau menegaskan bahwa di hadapan Allah, semuanya hidup. Semoga Engkau membangkitkan selalu kesadaran kami, bahwa kami adalah orang-orang yang Engkau kasihi, sehingga kedapatan setia sampai akhir hidup, dan kami pun akhirnya menikmati sukcitaMu bersama para kudus di surga.

Santa Maria, doakanlah kami. Amin.

 

Contemplatio

'Allah kita bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup'.











Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016