Selasa Pekan Biasa XXXI, 3 November 2020

Fil 2: 5-11 + Mzm 22 + Luk 14: 15-24

 

 

Lectio

Pada suatu hari berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah." Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang. Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap. Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang. Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat. Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh. Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku."

 

Lectio

Sungguh amat menyenangkan bila diundang dalam sebuah pesta. Apalagi bila diundang ke pesta surgawi. Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah'. Tentunya amat berbeda dengan pesta sehari-hari. Banyak orang yang mengharapkannya. Namun sepertinya tidaklah demikian yang akan terjadi kelak. 'Aku berkata kepadamu: tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku', tegas Yesus sebagaimana dikatakan dalam perumpamaan hari ini. Yesus berkata demikian, karena mereka orang-orang yang dipilihNya semenjak semula sibuk dengan urusannya masing-masing. Ada yang mengurus kawanan ternaknya dan ada yang sibuk dengan urusan keluarga.

'Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh'. Sebuah gambaran, bahwasannya orang-orang yang tidak diperhitungkan pada akhirnya yang mendapatkan kesempatan istimewa, yakni ikut serta dalam pesta sukacita.

Sungguh sibukkah kita sehari-hari? Tidak adakah perhatian terhadap sapaan dan undangan Tuhan Yesus? Dia bukan hanya mengundang dengan kata-kata. Berkat belaskasihNya, Allah mengutus PuteraNya sendiri dengan 'merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib…supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi' (Fil 2).

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau mengundang setiap orang untuk menikmati keselamatanMu dalam pesta surgawi. Semoga kami menanggapi undangan yang membahagiakan dan menyelamatkan itu. Dan semoga kami berani meninggalkan segala yang menghambat perhatian kami dalam menanggapi undanganMu. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'Aku berkata kepadamu: tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku'. Peringatan keras kepada orang-orang yang dikasihiNya.

Kedua, 'pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh'. Sebuah gambaran akan orang-orang yang mau menanggapi sapaanNya.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016