Hari Raya Maria dikandung tanpa dosa, 8 Desember 2020

Kej 3: 9-15 + Ef 1: 3-6 + Luk 1: 26-38

 

 

Lectio

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.  Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu". Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.  Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"  Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.  Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.  Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."  Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

 

Meditatio

'Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau'. Kabar sukacita yang disampaikan seorang malaikat ini kepada Maria. Apa arti Maria yang dikaruniai dan Tuhan menyertainya? Sebab 'sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus'.  Karunia indah itu hendak diterima Maria; dia pun baru akan mengandung dan melahirkan Yesus, Anak Allah yang Mahatinggi. 'Roh Kudus pun akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau', tegas malaikat itu ketika Maria menanyakan: 'bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?'.

Saat itulah berita sukacita diterima Maria. Maria menerimanya dengan penuh iman. Maria dapat menjawab: 'sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu', mengandaikan adanya kekudusan diri jauh-jauh sebelumnya. Maria adalah seorang yang sungguh-sungguh beriman. Mungkinkah Yesus dikandung oleh Maria Magdalena? Atau isteri penjahat yang disalib bersama Yesus? Mungkin saja! Namun tak dapat disangkal, mereka akan dikuduskan terlebih dahulu; sebab kekudusan, bahkan yang ilahi, tak mungkin terbungkus dan tenggelam dalam dosa dan kebinasaan. Di hadapanNya segalanya hidup.

 Pengudusan Allah bukanlah suatu takdir, yang tidak bisa diubah. Allah tidak pernah mengikat umatNya, orang-orang yang dikasihiNya, dengan segala kebaikanNya. Adam sendiri sejak semula diminta untuk tidak makan satu buah yang dipesankanNya, tetapi dilanggarnya. Yudas Iskariot sebagai murid yang dipilihNya masih mau juga melarikan diri daripadaNya. Pengudusan dengan segala karuniaNya disampaikan Allah, agar umat semakin menikmati hidup ini dengan penuh sukacita; walau  tetap berani menghadapi aneka tantang alam, tempat umatNya tinggal, yang seringkali sulit diajak berkompromi.

Mungkinkah kita juga menjadi orang yang setia seperti Maria? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya. Apalagi 'di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya' (Ef 1: 4). Kita semua orang yang dipilihNya.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kiranya kamipun belajar untuk berpasrah diri dan menyerahkan hidup ini dalam bimbinganMu, karena Engkaulah sang kehidupan yang mampu melakukan segala-galanya. Dampingi dan teguhkanlah iman kami kepadaMu.

Santa Perawan Maria, doakanlah kami. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu'. Inilah iman sejati.

Kedua, 'di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya'. Kita adalah orang-orang terpilih.









Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017