Hari Raya Santa Maria Bunda Allah, 1 Januari 2021

Bil 6: 22-27 + Gal 4: 4-47 + Luk 2: 16-21

 

 

Lectio

Pada malam itu para gembala cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka. Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.

 

Meditatio

Allah yang menjadi manusia dan menyelamatkan itulah Yesus. Ia lahir menjadi seorang Bayi kecil dan sederhana. Ia diberi nama Yesus, 'karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka' (Mat 1). Kalau Yesus adalah Allah, maka Maria yang mengandung Yesus adalah Bunda Allah. Suatu gelar, suatu panggilan istimewa yang diberikan Gereja kepada seorang Maria yang telah berjasa dalam mengamini sabda dan kehendak Tuhan. Maeia adalah bunda Allah, karena memangYesus Kristus adalah Tuhan Allah. Elisabet pun menyadari sungguh keberadaan Maria, ketika Maria mengunjungi dirinya dengan berkata: siapakah aku ini, sehingga ibu Tuhanku mengunjungi aku.

Apakah hanya Maria yang mendapatkan gelar atau panggilan luhur itu? Bukan, kita semua yang mendapatkan penebusan Kristus. Sebab 'Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: ya Abba, ya Bapa' (Gal 4). Penebusan Kristus mengubah segala-galanya.

Perayaan hari ini mengingatkan kita semua akan betapa luhurnya panggilan umat beriman sebagai anak-anak Allah, karena memang bukan hanya Maria yang diperkenankan menikmati panggilan mulia itu. Namun begitu, perayaan hari ini tidak hanya mengajak setiap orang untuk bersyukur kepada Tuhan, sekaligus menantang semua orang untuk mewujudkan panggilan luhur itu dalam keseharian hidup. Pertama, keberadaan anak-anak Allah di tengah-tengah dunia mengkondisikan situasi sehari-hari dalam keadaan damai dan indah adanya. Kedua, setiap umat beriman terpanggil untuk terus mewujudkan kedamaian dan perdamaian dunia.

 

Meditatio

Yesus Kristus, Engkau sunggguh Allah sungguh manusia. Engkau mengangkat kami semua menjadi saudara dan suadariMu. Semoga kami dapat menikmati panggilanMu yang mulia itu. Semoga kami pun semakin berani membawa damai dan sukacita, sebagaimana yang Engkau lakukan kepada kami semua. Amin.

 

Contemplatio

Ia diberi nama Yesus, 'karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka'.

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017