Jumat Pekan Adven I, 4 Desember 2020


Yes 29: 17-24  +  Mzm 27  +  Mat 9: 27-31




Lectio


Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: "Kasihanilah kami, hai Anak Daud." Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Mereka menjawab: "Ya Tuhan, kami percaya." Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu." Maka meleklah mata mereka. Dan Yesuspun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: "Jagalah supaya jangan seorangpun mengetahui hal ini." Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu.



Meditatio


Tidak ada yang tidak mungkin bagi orang yang percaya. Segalanya mungkin. Itulah yang diyakini oleh kedua orang buta dalam Injil hari ini. 'Ya Tuhan, kami percaya', sahut mereka ketika Yesus balik menantang mereka. Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata:  'jadilah kepadamu menurut imanmu',  maka meleklah mata mereka. Ingat jugakah kita akan penegasan Yesus, bahwa kalau kita mempunyai iman sebesar biji sesawi kita dapat memindahkan bukit ke tengah lautan?


'Bukankah hanya sedikit waktu lagi, Libanon akan berubah menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan? Pada waktu itu orang-orang tuli akan mendengar perkataan-perkataan sebuah kitab, dan lepas dari kekelaman dan kegelapan mata orang-orang buta akan melihat. Orang-orang yang sengsara akan tambah bersukaria di dalam TUHAN, dan orang-orang miskin di antara manusia akan bersorak-sorak di dalam Yang Mahakudus, Allah Israel!'. Sukacita inilah yang memang diwujudkan oleh Yesus dengan kehadiranNya. Namun akan semakin terpenuhi secara menyeluruh kelak pada hari penyataan diriNya untuk kedua kalinya. Pada kedatanganNya yang pertama, Dia menyapa setiap orang secara pribadi; Dia pun sekarang menyapa kita dengan cara yang sama; yang semuanya mengajak kita untuk berjaga-jaga dan bersiap-siap menyambut kedatanganNya secara definitif di akhir jaman.




Oratio


Yesus Kristus, sapaanMu seringkali kami abaikan. Kami lebih tertarik dengan aneka keindahan dunia ini. Kami lupa akan Engkau yang mampu membuat segala sesuatu lebih indah adanya. Bantulah kami untuk semakin percaya kepadaMu, satu-satunya Empunya kehidupan kami. Amin.



Contemplatio


'Jadilah kepadamu menurut imanmu'. Semoga iman kami pun semakin tumbuh dan berkembang.






Oremus Inter Nos
Marilah kita saling mendoakan 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016