Natal Pagi penuh Sukacita, 25 Desember 2020

Yes 62: 11-12 + Tit 3: 4-7 + Luk 2: 15-20

 

 

Lectio

Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita." Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

 

Meditatio

Para gembala pun akhirnya pergi, dan mereka melihat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Hanya bayi yang terbaring di palungan, karena memang itulah satu-satunya tanda lahirNya Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, dan tidak ada yang lain. Natal pagi hari hanya mengajak kita agar berani melihat dan menerima kenyataan bahwa Yesus al-Masih terbaring di palungan. Dia miskin dan terasingkan di kampung keturunan raja Daud. Keberadaan sang Bayi sepertinya tidak seimbang dengan nyanyian para malaikat: 'kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya'. Namun sebaliknya, kemuliaan dan kesemarakan lahirNya sang Imanuel menyesuaikan dengan kenyataan orang-orang saat itu, seperti kaum gembala yang mendengarkan kabar sukacita. Inilah inkarnasi. Inilah Natal Allah menjadi manusia. Allah hadir dalam kenyataan manusia.

Apakah Allah juga hadir dalam kenyataan kita manusia yang tengah mengalami pandemi covid-19? Allah tetap hadir, dan tentunya kita rasakan. Allah tidak memanjakan kita dalam berhadapan dengan alam. Ada malam ada siang, ada panas ada dingin, ada terik matahari ada hujan, ada covid pun, kita semua dibiarkan berjalan. Natal mengingatkan, agar kita berani pergi, bukan pergi jauh ke Betlehem, melainkan kita pergi kepadaNya yang hari ini kita rayakan kelahiran dan kehadiranNya di tengah-tengah kita. Ada bersama Yesus membuat kita berani menghadapi kenyataan hidup dengan segala problemanya.

Allah yang menyesuaikan diri dengan kenyataan manusia disadari sungguh oleh para gembala. Mereka bangga akan Allah yang menyerupai diri mereka, malahan tanpa takut dan was-was mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Yang mereka tunggu-tunggu selama ini sebagaimana yang dinubuatkan para nabi, lihat Penyelamatmu datang, ada di depan mereka. Sang Juruselamat, Kristus Tuhan ada bersama mereka.

 

Oratio

Yesus Krsitus, Engkau lahir di tengah-tengah kami dalam diri Bayi kecil yang miskin dan tak berdaya. Namun itulah memang kehendakMu, yang menyamakan diri dengan kami. Semoga kami pun semakin berani menyamakan diri denganMu, sehingga kami benar-benar sebagai saudara dan saudariMu yang melakukan kehendak Bapa di surga.  aminn

 

Contemplatio

Mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017