Pesta Keluarga Kudus, 27 Desember 2020

Kej 15: 1-6 + Ibr 11: 8-19 + Luk 2: 22.39-40

 

 

Lectio

Ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, Yusuf dan Maria membawa Yesus ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

 

Meditatio

Anak adalah tanggungjawab orangtua. Orangtua bertanggungjawab atas anak-anaknya. Orangtua sekaligus guru utama dalam pembinaan anak. Anak mengenal dirinya sendiri, sanak saudara dan sesame, karena kedua orangtuanya. Anak mengenal dunia tempat bergerak dan ada, karena orangtua. Anak dapat mengenal Tuhan adalah tanggungjawab orangtua.

Ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, Yusuf dan Maria membawa Yesus ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan. Sebagai Anak manusia, Yesus diajak berdoa dan mengenal Tuhan. Yesus sebagai manusia diingatkan oleh kedua orangtuanya, bahwa kita adalah ciptaan Tuhan yang serupa dengan gambarNya. Mereka tidak membawaNya ke atas gunung seperti kaum Samarian, melainkan ke Yerusalem. Yerusalem adalah kota Tuhan, dan di sanalah terdapat baitNya yang kudus.

Setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya. Pertumbuhan fisik dan psikis Yesus amat dipengaruhi oleh kedua orangtuaNya. Dia makan dan minum bersama keluarga. Dia belajar tentang hidup, karena kedua orangtuaNya, yakni Yusuf dan Maria. Yesus tumbuh dalam keluarga Nazaret.

Keluarga kita pun dapat menjadi keluarga kudus, kalau memang ada Yesus di tengah-tengah keluarga. Keluarga kudus adalah keluarga yang beriman. Keluarga beriman adalah mereka yang mempunyai semangat doa, yang tampak dalam menghayati kewajiban-kewajiban agama. Keluarga yang beriman akan selalu diperhitungkan Tuhan Allah sebagai kebenaran, sebagaimana dicontohkan oleh Abraham dan Sarah (Kej 15). Keluarga yang tak beriman adalah keluarga yang mengakui diri mereka yang tercipta sesuai dengan gambar Allah.

 

Oratio

Yesus Kristus, banyak keluarga muda yang mengalami banyak gangguan dalam berkomunikasi. Mereka saling mengedepankan egoisme diri atau pun ikatan tradisi yang mereka ikuti. Semoga Natal mengingatkan mereka semua untuk berani terbuka menerima kehadiranMu yang membawa bekrat. Semoga mereka semakin tumbuh dalam iman, sehingga pada akhirnya menikmati sukacita.  Amin.

 

Contemplatio

Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.


 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017