Pesta santo Stefanus, 26 Desember 2020

Kis 6: 8-10 + Mzm 31 + Mat 10: 17-22

 

 

Lectio

Kata Yesus kepada para muridNya: 'waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat'.

 

Meditatio

Mengikuti Yesus mengandung resiko. Minimal 'kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat', tegas Yesus kepada para murid. Kenapa Yesus menjadi batu sandungan bagi banyak orang? Bukankah Yesus tidak berbuat jahat? Apakah sifat kaum Farisi, Saduki dan tua-tua bangsa Yahudi masih tersebar di antara banyak orang sekarang ini? Apakah kemurahan hati Yesus sulit diterima banyak orang? Irihatikah kamu kalau Aku murah hati? Kenyataan ini seperti menggenapi penyataan Yesus sendiri, yang datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.

Stefanus adalah orang pertama yang membuktikan penyataan Yesus, sang Guru. Stefanus tidak mengadakan keributan di antara orang-orang sekitarnya. Namun iman pengakuannya kepadaYesus, Anak Manusia yang kelahiranNya kita peringati hari-hari ini membuat hati panas banyak orang. 'Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah', kata Stefanus yang bertahan dalam penganiayaan malah membuat mereka semakin marah.

Merayakan Natal bearti juga siap sedia seperti santo Stefanus, sebab merayakan Natal itu mengamini sabda dan kehendakNya. Maria yang mengamini sabda dan kehendak Tuhan menjadikan dia tempat kediaman sang Putra. Dalam sabdaNya kita akan selalu berkomunikasi akrab dengan Dia.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau datang ke dunia diiringi sorak-sorai malaikat yang menyanyikan kemuliaan dan damai di bumi bagi yang berkenan kepada Allah. Namun ternyata Engkau datang membawa pedang ke tengah-tengah kami. Engkau memurnikan kami. Semoga kami pun siap selalu setia mengikuti Engkau dalam suka dan duka. Amin.

 

Contemplatio

'Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat'. Bertahan bersama Kristus mendapatkan mahkota kemartiran.

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017