Selasa Pekan Adven III, 15 Desember 2020

Zef 3: 9-13 + Mzm 34 + Mat 21: 28-32

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus berkata: "apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi. Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?" Jawab mereka: "Yang terakhir." Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya."

 

Meditatio

'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah', tegas Yesus yang tentunya menampar banyak orang yang mendengarNya, khususnya para imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi. Yesus bukannya mengecam mereka para pemungut cukai dan perempuan sundal, malahan boleh dikatakan memuji mereka bahagia. Mengapa?  'Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya, tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya'. Pertobatan mampu mengubah peta keselamatan yang ditawarkan Allah.

Sebaliknya, orang-orang yang dipilih dan dikasihiNya malah menjadi orang-orang yang terbuang dan terbaikan dalam dunia keselamatan, karena ketidakmautahuan akan kabar keselamatan itu. 'Meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya', tegas Yesus. Kepercayaan dan pertobatan bagaikan dua sisi mata uang logam.

Sebagai orang-orang yang percaya kepada Tuhan, hendaknya kita mempunyai bibir yang bersih yakni bibir mampu menyerukan nama Allah serentak mampu beribadah kepadaNya (Zef 9). Bibir bersih dimiliki juga oleh mereka para pelaku sabda (Yak 1: 2), sebagaimana disinggung oleh Yakobus.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau menghendaki agar kami menjadi orang-orang yang brkata-kata benar, yakni apa yang kami katakana itulah yang harus kami lakukan juga. Sebab pada sati itulah kami menunjukkan diri orang-orang yang setia kepadaMu dan berhak mendapatkan berkat daripadaMu sendiri.  Bantulah dan semangitlah kami selalu. Amin.

 

Contemplatio

'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah'. Jangan sampai dikatakan Yesus kepada kita.

 









Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Pesta Santo Simon dan Yudas, 28 Oktober 2016