Senin Pekan Adven II, 7 Desember 2020

Yes 35: 1-9 + Mzm 85 + Luk 5: 17-26

 

 

 

Lectio

Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit. Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus. Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni." Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: "Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah. Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: "Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan."

 

Meditatio

Mana yang lebih menyenangkan, dan tentunya membahagiakan, disembuhkan atau diselamatkan? Kita mendapatkan kesembuhan, tetapi tidak selamat, apakah hal menyenangkan? Atau mendapatkan jaminan diselamatkan, tetapi kita tetap dalam keadaan sakit dan menderita? Pertanyaan inilah yang kiranya dapat mempertajam peristiwa yang dihadapkan Yesus kepada kita hari ini. Yesus bukan saja mampu menyembuhkan, tetapi Dia juga mampu dan berhak menyelamatkan setiap orang dengan membebaskan terlebih dahulu mereka dari segala dosa dan kesalahannya.

'Manakah lebih mudah, mengatakan: dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: bangunlah, dan berjalanlah?', kata Yesus kepada kaum Farisi dan para ahli Taurat. Namun apakah reaksi kita, misalnya sebagai orang yang lumpuh, dengan mendengar penyataan Yesus? Apakah saya akan disembuhkan, walau adanya dosa-dosa dalam diri saya? Belaskasih Allah mengatasi segala bentuk kehidupan umatNya. Tampakkah belaskasih Tuhan Allah, bila hanya membebaskan umatNya dari segala dosa tanpa memperhatikan kesejahteraan atau kesehatan mereka? Demikian bila memang Allah hanya mampu membebaskan orang dari derita dan sakit, tetapi tidak mampu menyelamatkan umatNya, sebagaimana kehendakNya sendiri? Tiada kaitan erat antara dosa dan derita sakit yang seseorang, walau Yesus sendiri pernah mengingatkan, jikalau kita tidak bertobat bisa menghadapi kebinasaan sebagaimana bencana yang dialami oleh orang-orang yang tertimpa menara di dekat Siloam.

Ketahuilah, tegas Yesus: 'di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa'. Ia sendiri datang menyelamatkan kalian (Yes 35), dan bukan untuk menghakimi (Yoh 12).

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau datang bukan hanya ingin memberikan kesukaaan insani, tetapi terlebih keselamatan badan dan jiwa kami. Semoga kami selalu mengharapkan yang baik daripadaMu, dan tentunya kehendakMu selalu menyelamatkan kami.

Santo Ambrosius, doakanlah kami.

 

Contemplatio

Pertama, ketahuilah 'di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa'. sebab Dialah sang Empunya kehidupan.

Kedua, 'hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan'. Kita pun harus berani berkata-kata seperti ini.










Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017