Senin Pekan Adven III, 14 Desember 2020

Bil 24: 2-7 + Mzm 25 + Mat 21: 23-27

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?" Jawab Yesus kepada mereka: "Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?" Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: "Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata kepada kita: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi." Lalu mereka menjawab Yesus: "Kami tidak tahu." Dan Yesus pun berkata kepada mereka: "Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu."

 

Meditatio

Pandai kali Yesus ini menjawab aneka pertanyaan umatNya. Karena memang Dialah sang Empunya kehidupan; pasti bisa menjawab segala aneka persoalan hidup ini. Imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi memang salah total, dan tak berkutiklah mereka. Sebab 'jikalau kita katakan: dari sorga, Ia akan berkata kepada kita: kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? Tetapi jikalau kita katakan: dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi', kata mereka. Sikap mereka tidak korporatif, baik kepada Yesus ataupun kepada Yohanes.

Kami tidak tahu. Kata-kata inilah yang akhirnya keluar dari mereka, yang mereka sampaikan hanya demi kenyamanan dan keamanan diri. Mereka tidak jujur, dan tidak mau dipersalahkan atau pun dikoreksi.

Ketidak-percayaan dan ketidak-mau-tahuan terhadap karya Allah itulah sebenarnya inti sikap mereka. Seharusnya mereka yang menyesuaikan diri dengan program dan kehendak Allah, sebagaimana telah dinubuatkan semenjak Perjanjian Lama, dan bukannya kehendak Allah harus mengikuti kecenderungan insani mereka. Mengamini sabda Yesus berarti memanggul salib, dan inilah yang disadari sungguh oleh santo Yohanes dari Salib. Hidup dalam salibNya yang kudus adalah kesadaran dan pilihan santo Yohanes. Bagaimana dengan sikap kita terhadap program dan rencana Yesus Kristus yang akan datang kembali dalam kemuliaanNya?

 

Oratio

Yesus Kristus, kami seringkali bertindak semau diri sendiri, dan tidak mau memperhatikan sesame, bahkan di saat-saat kami harus merayakan pujian dan syukur kepadaMu. Kami acuh tak acuh, dan mengabaikannya. Semoga masa Adven ini mengingatkan akan keselamatan kami, yang Engkau bawa sendiri ketika Engkau datang untuk kedua kalinya menyapa dan memanggil kami. 

Santo Yohanes dari Salib, doakanlah kami. Amin.

 

Contemplatio

Datanglah ya Tuhan, datanglah.

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017